Cerita Hijrah Indadari di Titik Terendah: Idap Penyakit Mistis hingga Ditinggal Orang Terdekat
Hironimus Rama August 30, 2026 09:50 AM

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA – Selebritas Indadari berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan hijrahnya yang kini membawanya jauh lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Di balik penampilannya yang syar'i saat ini, tersimpan cerita perjuangan berat ketika ia harus melewati masa-masa paling gelap dalam hidupnya.

Indadari mengungkapkan bahwa keputusan untuk berhijrah tidak datang begitu saja, melainkan berawal dari akumulasi rasa sakit, kehilangan, serta kesedihan mendalam.

Baca juga: Ruben Onsu Disebut Beri Cek Kosong Saat Diminta Kembalikan Uang Investasi Rp3,5 Miliar

"Proses hijrah aku mungkin berawal dari kehilangan, rasa sakit, dan kesedihan gitu. Tapi akhirnya aku sampai menemukan setitik (cahaya) bahwa ternyata bahagia itu nggak harus sempurna," kata Indadari ketika ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Lebih lanjut, mantan istri Caisar YKS dan Lucky Hakim ini menceritakan bahwa masa lalunya diuji dengan kondisi kesehatan yang tidak biasa.

Ia sempat menderita sakit parah yang tidak diketahui secara pasti penyebab medisnya, hingga muncul dugaan bahwa dirinya dikirimi penyakit melalui ilmu hitam.

Cobaan tersebut semakin berat karena bersamaan dengan prahara rumah tangga yang sedang tidak berjalan baik.

Di saat ia membutuhkan dukungan mental, Indadari justru harus merasakan pahitnya dijauhi oleh orang-orang terdekatnya.

"Pas lagi sakit, ketika banyak orang-orang yang mencintai, banyak orang-orang terdekat yang pergi ninggalin aku pelan-pelan," ucap Indadari.

"Mungkin karena keanehan aku yang disantet dan penyakit-penyakit itu ya, dengan kehidupan rumah tangga aku yang mungkin nggak berjalan baik-baik aja waktu itu," sambungnya.

Temukan Ketenangan Hanya kepada Allah

Menghadapi masa-masa kesepian saat dirinya sakit dan ditinggalkan teman-temannya menjadi titik balik terbesar dalam hidup Indadari. Dari situlah ia menyadari bahwa satu-satunya tempat bersandar yang paling pasti adalah Sang Pencipta.

"Tapi ternyata di situlah aku menemukan titik bahwa bersama Allah semua baik-baik aja, dan cuma Allah yang nggak akan ninggalin aku," ungkapnya.

Kini, Indadari memilih untuk sepenuhnya menutup lembaran masa lalu dan fokus menjalani sisa hidupnya dengan beribadah serta menebar kebaikan.

Ia juga bersyukur keputusan hijrahnya membukakan jalan untuk aktif mengikuti berbagai majelis taklim serta berbagi motivasi kepada sesama perempuan.

"Aku selalu percaya Allah tidak pernah salah kasih takdir. Yang aku harus fokus sekarang adalah hari ini dan bagaimana aku menjalani kehidupan biar aku husnul khatimah. Yang aku bisa adalah terima aja deh. Terserah Allah diatur gimana, yang penting akhirnya surga," jelas Indadari.

"Dari yang tadinya mengenal bahagia itu adalah bagaimana aku bahagia, kini hijrah ke 'yang penting Allah bahagia' gitu," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.