Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Digelar di Kejayan Pasuruan, Jadi Catatan Baru Otomotif Jatim
Luky Setiyawan August 30, 2026 10:57 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan – Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga otomotif berskala nasional. 

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 putaran ketiga digelar di Sirkuit Astrojoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, 28–30 Agustus 2026.

Gelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian penting olahraga otomotif di Jawa Timur. 

Para pembalap dari berbagai daerah datang untuk menguji kemampuan sekaligus menaklukkan karakter lintasan Astrojoyo yang dikenal memiliki sejumlah bagian teknis dan menantang.

Baca juga: Senam Massal IGRA Gempol, Ketua DPRD Pasuruan Tekankan Pentingnya Kebersamaan dalam Pendidikan Anak

Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 resmi dibuka Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Sabtu (29/8/2026) pagi. 

Bagi Kabupaten Pasuruan, penyelenggaraan event tersebut bukan sekadar menghadirkan tontonan olahraga. 

Keberadaan kejuaraan nasional juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, Sirkuit Astrojoyo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki lahan yang luas dengan karakter lintasan yang dapat memberikan tantangan tersendiri bagi peserta. 

Karena itu, Astrojoyo dinilai tidak hanya cocok untuk sprint rally, tetapi juga berpeluang digunakan untuk event olahraga lainnya.

“Bisa jadi lomba pacuan kuda nasional dan sekarang sprint rally. Karena memang tempatnya luas dan sangat ideal bagi para peserta yang suka dengan track yang menantang,” ujar Mas Rusdi.

Ia berharap, keberadaan event nasional di Astrojoyo dapat berlangsung secara berkelanjutan. 

Semakin banyak kegiatan olahraga yang digelar, menurutnya, semakin besar pula peluang Kabupaten Pasuruan dikenal oleh masyarakat dari luar daerah.

Tidak hanya dari sisi olahraga, penyelenggaraan Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar.

Sejumlah pelaku UMKM ikut membuka stan selama kegiatan berlangsung. 

Mereka menawarkan berbagai makanan, minuman serta produk khas Kabupaten Pasuruan kepada peserta maupun penonton yang datang.

“Bisa dilihat ada banyak stand UMKM yang jual makanan, minuman dan produk khas Kabupaten Pasuruan. Ada multiplier effect yang tercipta di sini,” katanya.

Menurutnya, efek ekonomi semacam itu menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari penyelenggaraan event berskala nasional. 

Peserta dan penonton yang datang tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat serta ikut menggerakkan usaha lokal.

Dari sisi penyelenggaraan, Sirkuit Astrojoyo juga menawarkan karakter lintasan yang berbeda dibandingkan sejumlah lokasi lain.

Ketua Organizing Committee (OC) Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 putaran ketiga Ervin Pipink mengatakan, Astrojoyo dipilih karena memiliki lintasan yang sesuai dengan regulasi sekaligus memberikan tantangan bagi para pembalap.

Menurut dia, karakter lintasan di Kejayan memiliki sejumlah bagian yang membutuhkan konsentrasi tinggi. 

Pembalap tidak hanya dituntut memiliki kendaraan dengan performa baik, tetapi juga harus mampu membaca lintasan dan menentukan strategi dengan tepat.

“Karakter track-nya berbeda dengan track sirkuit di beberapa daerah, jauh lebih menantang, ada tricky-tricky-nya, jadi memang harus lebih konsentrasi dan hati-hati,” ujar Pipink.

Dalam kejuaraan tersebut, peserta bersaing di sejumlah kelas. 

Diantaranya Jeep kelas D, kendaraan berpenggerak roda depan maupun roda belakang, hingga kelas RC atau Rally Car.

Lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 5,2 kilometer. Peserta akan menjalani empat Special Stage (SS) atau etape dalam satu rangkaian putaran.

“Kelasnya Jeep kelas D, ada tarikan ban depan, tarikan ban belakang, dan yang lebih menarik ada kelas RC Rally Car. Jadi mobil-mobil rally yang memang bukan custom, keluaran pabrikan,” jelasnya.

Penyelenggaraan selama tiga hari juga dikemas dengan konsep sport tourism. 

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa perlombaan, tetapi dimulai dari scrutineering, shakedown hingga fast track sebelum para peserta turun dalam persaingan.

Konsep tersebut diharapkan mampu menarik masyarakat, khususnya penghobi otomotif, untuk datang dan menyaksikan langsung persaingan para pembalap.

“Siapa pun bisa nonton ke sini, tentunya bagi para penghobi otomotif,” katanya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menilai penyelenggaraan Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Kejayan menjadi bagian dari catatan baru bagi dunia otomotif Jawa Timur.

Menurutnya, event tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki ruang dan potensi untuk menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan kejuaraan otomotif nasional.

“Hari ini catatan sejarah otomotif nasional menorehkan tinta emasnya di bumi Jawa Timur. Dengan tangan terbuka, terwujud kebanggaan yang mendalam menyambut kehadiran seluruh peserta di Kejayan Pasuruan,” ujarnya.

Namun, Nanang mengingatkan agar kemampuan pembalap di lintasan juga diiringi sikap tertib ketika kembali berkendara di jalan raya.

Menurutnya, lintasan menjadi tempat pembalap menguji kecepatan dan kemampuan, sedangkan jalan raya merupakan ruang bersama yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

“Karena hari ini kita bisa melihat pembalap sejati yang tangguh dan kencang di sirkuit, namun patuh, santun dan taat aturan saat berada di jalan raya,” tegasnya.

Event ini membuka ruang bagi daerah untuk mengenalkan potensi wisata, menggerakkan UMKM dan menunjukkan Pasuruan memiliki lokasi yang mampu menjadi tuan rumah olahraga otomotif tingkat nasional.

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.