Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang mendapatkan pengetahuan, pendampingan dan akses yang mereka butuhkan untuk kembali menjalankan usaha dan bangkit secara berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, melalui literasi bisnis, pendampingan usaha, relaksasi pembiayaan, hingga pemberian bantuan modal bagi pelaku ekraf terdampak bencana.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan program ini dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana yang tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur, tetapi juga perlu memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang mendapatkan pengetahuan, pendampingan dan akses yang mereka butuhkan untuk kembali menjalankan usaha dan bangkit secara berkelanjutan,” ujar Riefky dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Dukungan tersebut diberikan melalui kegiatan “Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pemulihan Pascabencana” yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah melalui Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera.
Dalam kegiatan itu, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun Anujuprana memberikan materi literasi bisnis. Sementara itu, Senior Manager Micro Business Group BSI Eko Ervan membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan sederhana.
Tidak hanya peningkatan kapasitas, BSI juga memberikan dukungan pembiayaan melalui skema relaksasi. Bunga pembiayaan ditetapkan 0 persen hingga Desember 2026, kemudian 3 persen sepanjang 2027, sebelum kembali ke tingkat normal pada tahun berikutnya.
Area Manager BSI Lhokseumawe Totok Sudiarto mengatakan, pihaknya telah mendampingi nasabah sejak banjir melanda tahun lalu, termasuk melalui penundaan pembayaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing nasabah.
Sebagai bagian dari pemulihan, Kemenekraf dan BSI juga menyerahkan bantuan modal usaha senilai total Rp50 juta kepada 50 pelaku ekraf. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp1 juta.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi pelaku ekraf untuk kembali menggerakkan usaha, memperkuat ketahanan bisnis, dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.





