TRIBUNKALTIM.CO - Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Data pemantauan pada pukul 10.21 WITA mencatat sejumlah daerah memiliki nilai ISPU yang telah masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Dari daftar 10 lokasi dengan nilai tertinggi tersebut, Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur turut masuk dalam jajaran wilayah dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi.
Nilai ISPU tertinggi dalam daftar tersebut tercatat berada di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan angka mencapai 674.
Nilai tersebut berada jauh di atas ambang kategori berbahaya, yang dalam klasifikasi ISPU berlaku untuk angka 300 atau lebih.
Baca juga: Kualitas Udara di Wilayah Kaltim Pagi Ini: IKN Tidak Sehat, Balikpapan Baik
Selain Pontianak, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah juga mencatat angka pencemaran udara tinggi. Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga Kabupaten Katingan tercatat berada dalam kelompok wilayah dengan nilai ISPU tertinggi pada saat data tersebut diperbarui.
Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, tercatat berada di posisi keenam dalam daftar 10 lokasi dengan nilai ISPU tertinggi. Stasiun pemantauan di wilayah Sendawar mencatat nilai ISPU sebesar 346 dengan parameter kritikal PM2.5, sehingga masuk kategori berbahaya.
1 .Pontianak Catat ISPU Tertinggi, Capai 674
Wilayah dengan nilai ISPU tertinggi dalam daftar tersebut adalah Pontianak.
Stasiun pemantauan berada di wilayah Pontianak Tenggara dengan alamat Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Parameter kritikal yang tercatat adalah PM2.5 dengan nilai ISPU mencapai 674.
Dengan nilai 674, kondisi kualitas udara di lokasi pemantauan tersebut masuk kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi ISPU.
2. Barito Selatan Tempati Posisi Kedua
Posisi kedua ditempati Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Stasiun pemantauan berada di wilayah Kabupaten Barito Selatan Sanggu dengan alamat di Jalan R. Soeprapto RT 001 RW 001, Desa Sababila, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
Nilai ISPU di lokasi tersebut tercatat mencapai 650.
Parameter kritikal yang mendominasi adalah PM10.
Dengan angka ISPU 650, kondisi udara di lokasi pemantauan Kabupaten Barito Selatan masuk dalam kategori berbahaya.
3. Gunung Mas Catat ISPU 531
Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, berada pada urutan ketiga dalam daftar lokasi dengan nilai ISPU tertinggi.
Stasiun pemantauan berada di Jalan Letjen S. Parman Nomor 25, Tampang Tumbang Anjir, Kurun, Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Parameter kritikal yang tercatat adalah PM10.
Nilai ISPU di lokasi tersebut mencapai 531.
Angka tersebut berada di atas batas kategori berbahaya, yaitu nilai ISPU 300 atau lebih.
4. Kotawaringin Timur Masuk Tiga Besar Daerah dengan ISPU Tinggi
Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berada di posisi keempat.
Stasiun pemantauan berada di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Nilai ISPU yang tercatat mencapai 471 dengan parameter kritikal PM10.
Berdasarkan kategori ISPU, angka tersebut termasuk dalam kondisi berbahaya.
Nilai ISPU digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan kondisi kualitas udara berdasarkan konsentrasi pencemar tertentu yang terpantau pada suatu lokasi.
5. Katingan Catat ISPU 416
Berikutnya terdapat Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Lokasi stasiun pemantauan berada di Jalan MT Haryono, Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Parameter kritikal yang tercatat di lokasi tersebut adalah PM2.5.
Nilai ISPU mencapai 416.
Dengan angka di atas 300, kondisi kualitas udara berdasarkan klasifikasi yang tersedia masuk kategori berbahaya.
6. Kutai Barat Masuk Daftar dengan ISPU 346
Kabupaten Kutai Barat menjadi satu-satunya wilayah Kalimantan Timur yang masuk dalam daftar 10 lokasi dengan nilai ISPU tertinggi pada data pemantauan tersebut.
Stasiun pemantauan berada di wilayah Sendawar, tepatnya di Komplek Perkantoran Kabupaten Kutai Barat, Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur 75776.
Lokasi tersebut menggunakan tipe stasiun INTEGRASI.
Nilai ISPU yang tercatat mencapai 346.
Parameter kritikal yang terpantau adalah PM2.5.
Angka tersebut menempatkan Kabupaten Kutai Barat pada posisi keenam dalam daftar 10 wilayah dengan nilai ISPU tertinggi.
Berdasarkan kategori ISPU, nilai 346 masuk dalam kategori berbahaya karena telah melampaui angka 300.
7. Murung Raya Catat Nilai ISPU 342
Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, berada tepat setelah Kutai Barat.
Nilai ISPU di lokasi pemantauan Kabupaten Murung Raya tercatat sebesar 342.
Parameter kritikalnya adalah PM2.5.
Stasiun pemantauan berada di Jalan Bina Praja, Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Nilai tersebut juga termasuk kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi ISPU yang digunakan.
8. Hulu Sungai Selatan Berada pada Kategori Sangat Tidak Sehat
Berbeda dengan tujuh wilayah sebelumnya, nilai ISPU di Kabupaten Hulu Sungai Selatan berada di bawah angka 300.
Meski demikian, kualitas udara di wilayah tersebut tetap berada pada tingkat tinggi.
Stasiun pemantauan berada di Jalan Pemuda Nomor 9, Kandangan Kota, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Parameter kritikal yang tercatat adalah PM2.5 dengan nilai ISPU sebesar 270.
Berdasarkan kategori ISPU, angka 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat.
Dengan demikian, kondisi udara di lokasi pemantauan Kabupaten Hulu Sungai Selatan berada dalam kategori sangat tidak sehat.
9. Kabupaten Kapuas Catat ISPU 251
Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menempati posisi kesembilan dalam daftar tersebut.
Stasiun pemantauan berada di wilayah Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Alamat lokasi yang tercantum adalah 2CM8+V5R, Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
Parameter kritikal yang tercatat adalah PM10.
Nilai ISPU mencapai 251.
Nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat tidak sehat karena berada pada rentang angka 201 hingga 300.
10. Palembang Lengkapi Daftar 10 Wilayah
Kota Palembang menjadi wilayah terakhir dalam daftar 10 lokasi dengan nilai ISPU tertinggi pada data pemantauan tersebut.
Stasiun pemantauan berada di wilayah Palembang Bukit Kecil, tepatnya di Simpang Icon City, Kota Palembang.
Parameter kritikal yang tercatat adalah PM2.5.
Nilai ISPU di lokasi tersebut mencapai 216.
Angka tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan rentang ISPU 201 hingga 300.
Berdasarkan data lokasi stasiun pemantauan pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 10.21, berikut urutan 10 wilayah dengan nilai ISPU tertinggi:
Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat – PM2.5: 674
Kabupaten Barito Selatan Sanggu, Kalimantan Tengah – PM10: 650
Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah – PM10: 531
Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – PM10: 471
Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah – PM2.5: 416
Kabupaten Kutai Barat Sendawar, Kalimantan Timur – PM2.5: 346
Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah – PM2.5: 342
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan – PM2.5: 270
Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah – PM10: 251
Palembang Bukit Kecil, Kota Palembang – PM2.5: 216
Mengenal Arti Kategori Indeks Standar Pencemar Udara
ISPU atau Indeks Standar Pencemar Udara merupakan indikator yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kualitas udara berdasarkan hasil pengukuran parameter pencemar pada suatu lokasi.
Dalam data pemantauan tersebut, parameter yang menjadi penentu utama atau parameter kritikal meliputi PM2.5 dan PM10.
Kategori ISPU dibagi menjadi beberapa tingkatan.
Nilai ISPU 0 hingga 50 masuk kategori baik.
Rentang 51 hingga 100 berada dalam kategori sedang.
Kemudian nilai 101 hingga 200 dikategorikan tidak sehat.
Untuk nilai 201 hingga 300, kualitas udara masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Sementara nilai ISPU yang mencapai atau melampaui angka 300 dikategorikan berbahaya.
Berdasarkan klasifikasi tersebut, tujuh dari 10 lokasi yang tercantum dalam data pemantauan memiliki nilai ISPU di atas 300 atau masuk kategori berbahaya.
Tiga wilayah lainnya, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Kapuas, dan Kota Palembang, berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kalimantan Mendominasi Daftar Lokasi dengan ISPU Tinggi
Data pemantauan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar lokasi dalam daftar 10 wilayah dengan nilai ISPU tertinggi berada di Pulau Kalimantan.
Wilayah Kalimantan Tengah mendominasi daftar dengan sejumlah kabupaten yang mencatat nilai ISPU tinggi, yaitu Barito Selatan, Gunung Mas, Kotawaringin Timur, Katingan, Murung Raya, dan Kapuas.
Selain itu, terdapat Pontianak di Kalimantan Barat, Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan.
Satu wilayah di luar Pulau Kalimantan yang masuk dalam daftar tersebut adalah Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Untuk Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Barat tercatat dalam posisi keenam dengan nilai ISPU 346 di lokasi pemantauan Komplek Perkantoran Kabupaten Kutai Barat di Sendawar.
Nilai tersebut menempatkan lokasi pemantauan di Kutai Barat dalam kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi ISPU.
Data pemantauan ini menunjukkan kondisi pada waktu pembaruan Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 10.21. Nilai pada setiap stasiun dapat berubah sesuai hasil pemantauan kondisi udara pada waktu berikutnya.
Kebakaran Hutan di Kampung Mendung Kutai Barat Hanguskan 30 Hektare Lahan Kering
Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur.
Kali ini, kobaran api membakar lahan kering di wilayah Kampung Mendung, Kecamatan Muara Pahu, hingga luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare.
Karhutla tersebut terjadi sejak Jumat 28 Agustus 2026 malam dan masih dalam penanganan petugas gabungan hingga Sabtu 29 Agustus 2026.
Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, melalui Kasi Humas IPTU Sukoco mengatakan, kebakaran terjadi pada kawasan dengan kondisi lahan kering, tanah berpasir putih, serta ditumbuhi ilalang dan pepohonan kering.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Melak Kutai Barat Hanguskan Enam Hektare Lahan Kering
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 30 hektare. Kondisi cuaca yang berangin membuat api cukup cepat merambat melalui semak belukar dan vegetasi kering,” ujar IPTU Sukoco, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla melibatkan personel Polsek Muara Pahu, jajaran Polres Kutai Barat, BPBD Kutai Barat, Damkar Kutai Barat, unsur Kampung Mendung, serta relawan dari PT Manor Bulan Lestari (MBL).
Upaya penanganan dilakukan sejak Jumat malam. Sekitar pukul 20.33 Wita, personel bersama Petinggi Kampung Mendung melakukan patroli untuk mengecek keberadaan titik api.
Kemudian sekitar pukul 22.00 Wita, personel BPBD Kutai Barat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman, khususnya terhadap titik api yang berada di sekitar permukiman warga.
Hingga Sabtu dini hari, petugas masih melakukan penelusuran untuk mencari titik api yang belum padam.
Namun, kondisi medan dan keterbatasan akses menuju lokasi membuat proses penelusuran harus dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada pagi hari.
Kala itu petugas melakukan pemblokiran jalur rambatan api serta berkoordinasi dengan pemerintah Kampung Mendung untuk mencegah kobaran api meluas.
Dukungan armada juga dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Sedikitnya empat unit kendaraan Hilux BPBD Kutai Barat, satu unit water tank supply milik PT MBL, dan satu unit Hilux Damkar Kutai Barat diterjunkan ke lokasi.
Selain itu, sekitar 10 relawan dari pihak perusahaan ikut membantu petugas melakukan pemadaman di lapangan.
IPTU Sukoco menyebutkan, api yang berada di sekitar permukiman Kampung Mendung berhasil dipadamkan.
Meski demikian, petugas masih mewaspadai sejumlah titik api yang mengarah ke wilayah Bangun, Kampung Muara Bunyut, serta area semak belukar menuju Kecamatan Muara Lawa.
“Personel Polsek Muara Pahu akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan titik api. BPBD Kutai Barat juga akan melanjutkan pemadaman pada pagi hari hingga seluruh titik api dipastikan padam,” jelasnya.
Polres Kutai Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan cuaca berangin.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin dan tidak meluas. (*)