TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Pemerintah Daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sarolangun dan para ketua adat (Temenggung) Suku Anak Dalam (SAD) menggelar rapat musyawarah terkait peristiwa pengeroyokan sejumlah pria berseragam di area PT SAL oleh puluhan warga SAD.
Aksi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah warga SAD terhadap beberapa pria berseragam di area PT SAL tersebut viral di media sosial.
Dalam rekaman video berdurasi lebih dari dua menit, situasi di kawasan perkebunan PT SAL, Kecamatan Air Hitam, tampak mencekam.
Puluhan warga yang diketahui merupakan kelompok SAD terlihat mengejar dan mengeroyok sejumlah pria berseragam yang berada di lokasi.
Beberapa warga tampak membawa senjata tajam dan benda tumpul saat melakukan penyerangan. Bahkan, terdengar suara yang mengancam akan menembak pria berseragam tersebut.
Meski para pria berseragam berusaha meredam emosi massa dan mengimbau agar tetap tenang, kelompok warga terus melakukan penyerangan fisik hingga ke semak-semak perkebunan.
Sejumlah pria berseragam yang dikerumuni massa terlihat berusaha melindungi diri dan mundur sembari terus meredakan amarah warga. Namun, aksi dorong dan pemukulan terus terjadi hingga situasi sulit dikendalikan.
Beberapa warga juga terdengar meluapkan kekesalan terkait konflik perselisihan di area perkebunan tersebut.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) TP 35/Siginjai, Kolonel Infanteri Sutaji, S.Sos., M.Tr.Opsla., membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dalam keterangan resminya, Danbrigif menyampaikan bahwa kehadiran aparat di lokasi berawal dari permintaan bantuan pihak manajemen PT SAL, kepolisian, dan Pemerintah Daerah, seiring maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit di kawasan perkebunan.
"Kami selaku aparat TNI diminta bantuan melaksanakan kegiatan monitoring guna menciptakan suasana kondusif di wilayah PT SAL," terang Danbrigif.
Saat lima pria berseragam bersama seorang petugas keamanan PT SAL melakukan patroli, mereka mendapati empat warga SAD sedang mengambil buah sawit secara ilegal.
Karena bertugas melakukan monitoring, petugas mengambil dokumentasi foto sebagai bahan laporan. Namun, tindakan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah warga hingga terjadi perampasan dan pembuangan ponsel milik salah seorang pria berseragam.
Meski percekcokan awal sempat dilerai dan situasi mereda, tensi kembali memuncak ketika petugas hendak melanjutkan perjalanan.
Secara mendadak, sekitar 50 pemuda SAD datang mengepung kendaraan petugas dari arah depan dan belakang.
Massa kemudian melakukan tindakan anarkis dengan menyerang kendaraan serta mengeroyok pria berseragam dan petugas keamanan yang berada di dalamnya.
Menindaklanjuti aksi penganiayaan tersebut, pihak komando kewilayahan bersama Polres dan Kodim telah melakukan mediasi awal guna meredakan situasi di lapangan.
Rapat koordinasi lanjutan bersama para Temenggung SAD terus dilakukan untuk memastikan permasalahan diselesaikan secara bijak dan tidak berkembang ke arah yang merugikan semua pihak.
Pemerintah daerah dan jajaran terkait berharap musyawarah bersama para tokoh adat tersebut dapat menjaga kondusivitas serta mempererat jalinan silaturahmi antara aparat dan warga SAD di Kabupaten Sarolangun. (*)
Baca juga: Pria Berseragam Dikeroyok Warga SAD di Area PT SAL, Forkopimda Sarolangun Gelar Musyawarah