Belasan Hektare Lahan di Karangasem Bali Terbakar, Damkar Berjibaku Padamkan Api hingga Dini Hari
Putu Dewi Adi Damayanthi August 30, 2026 06:38 PM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Musim kemarau membuat sejumlah lahan di Karangasem, Bali, mengalami kebakaran. 

Dalam dua hari belakangan, 17,6 hektare lahan terbakar di wilayah Kecamatan Abang dan Kubu.

Rentetan kebakaran tersebut membuat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem harus bekerja ekstra.

Jarak lokasi yang cukup berjauhan membuat petugas dan armada harus berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Baca juga: Sekat Api di Beberapa Titik, 7 Armada Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Panjer Selama 2 Jam

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkartan Karangasem, I Made Suartika, mengatakan dalam dua hari terakhir terjadi empat kejadian kebakaran lahan.

“Dua hari yang lalu kami melakukan penanganan satu titik, kemarin ada tiga titik. Bahkan kebakaran kemarin penanganannya baru selesai dini hari,” kata Suartika, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Suartika, sebagian besar lahan yang terbakar ditumbuhi ilalang kering. 

Kondisi lahan yang sangat kering membuat api mudah membesar dan berpotensi menjalar ke area lain.

Beruntung, petugas dapat mengendalikan api sebelum kobaran merembet ke kebun maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

Di tengah penanganan kebakaran lahan, petugas juga mendapat laporan kebakaran sampah di kawasan sebelah Pura Goa Raja, Besakih, Jumat 28 Agustus 2026 malam.

Laporan tersebut diterima sekitar pukul 23.00 Wita. 

Api yang berkobar cukup besar membuat masyarakat khawatir kobaran menjalar ke bangunan pura yang berada tidak jauh dari lokasi.

Penanganan kemudian dilakukan oleh petugas Damkartan Karangasem. 

Karena lokasi kejadian lebih dekat dengan wilayah Klungkung, petugas Damkar Klungkung turut membantu proses pemadaman.

“Untuk kebakaran sampah di sebelah Pura Goa Raja, Besakih penanganan juga dibantu oleh Damkar Klungkung, karena jaraknya lebih dekat dengan lokasi kejadian,” jelas Suartika.

Damkartan Karangasem kini meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menghadapi potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.

Suartika menyebut kondisi sejumlah lahan di wilayah Kubu dan Abang saat ini sangat kering. 

Ilalang yang mengering menjadi material yang mudah terbakar ketika terkena api atau percikan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan menyalakan api, terutama di sekitar lahan yang dipenuhi rumput atau ilalang kering.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menyalakan api di lokasi yang banyak ditumbuhi ilalang kering atau sejenisnya,” ujarnya.

Petugas Damkartan Karangasem juga tetap bersiaga selama 24 jam dengan personel dan armada lengkap. 

Setiap laporan kebakaran akan langsung ditindaklanjuti untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

“Kami selalu standby 24 jam, begitu ada laporan kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Semoga saja tidak ada kebakaran lagi,” harap Suartika. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.