Bandara Soa Bajawa Rusak Akibat Gempa NTT, Kemenhub Prioritas Bangun Terminal
Arief Rahman Hakim August 31, 2026 12:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah bandara mengalami kerusakan imbas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bandara Soa Bajawa menjadi prioritas penanganan pascagempa karena mengalami kerusakan cukup serius.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa menyambangi langsung sejumlah bandara di NTT. Kondisi infrastruktur seperti bangunan terminal menjadi perhatian Kemenhub pascagempa.

"Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik. Selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan, agar fasilitas bandar udara dapat segera dipulihkan dan mendukung kembali aktivitas masyarakat serta konektivitas di wilayah NTT,” kata Lukman, mengutip keterangan resmi, Senin (31/8/2026).

Lukman menyoroti kondisi Bandara Soa Bajawa. Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat kerusakan pada struktur bangunan dan fasilitas pendukung termasuk area terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan. Kerusakan di fasilitas tadi menjadi prioritas pemulihan.

Selain itu, dia turut mengecek kondisi dan kesiapan operasional di Bandar Udara Komodo, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende, dan Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas dan aset bandar udara pascagempa, mengidentifikasi kebutuhan, penanganan, serta memastikan langkah pemulihan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

“Dengan adanya musibah ini semoga kita selalu dikuatkan dalam keadaan apapun, semoga kita semua selalu di beri perlindungan agar terus bisa menjalankan aktivitas bandara serta menyampaikan bantuan kepada yang membutuhkan,” ujar Lukman.

 

Lima Bandara Terdampak Gempa NTT

Kementerian perhubungan mengecek sejumlah bandara di NTT, termasuk Bandara Soa Bajawa. (Foto: Istimewa)
Kementerian perhubungan mengecek sejumlah bandara di NTT, termasuk Bandara Soa Bajawa. (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berdampak pada lima bandar udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung melakukan pemeriksaan fasilitas dan operasional penerbangan untuk memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran layanan udara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub bersama penyelenggara bandar udara dan pelayanan navigasi penerbangan terus memantau kondisi fasilitas, personel, serta operasional penerbangan di wilayah terdampak.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan simpati dan keprihatinan atas gempa yang terjadi di wilayah Flores.

Berdasarkan informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama tercatat bermagnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Selain itu, tercatat gempa bermagnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA. Gempa kedua berpusat di laut sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo dengan kedalaman 10 kilometer.

Lima bandara yang dilaporkan terdampak yakni: 1. Bandar Udara Komodo-Labuan Bajo 2. Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende 3. Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu 4. Bandar Udara Frans Sales Lega-Ruteng 5. Bandar Udara Soa-Bajawa.

"Kerusakan yang ditemukan antara lain berupa retakan dan kerusakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya," jelas dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

 

Bandara Soa-Bajawa Rusak

Kementerian perhubungan mengecek sejumlah bandara di NTT, termasuk Bandara Soa Bajawa. (Foto: Istimewa)
Kementerian perhubungan mengecek sejumlah bandara di NTT, termasuk Bandara Soa Bajawa. (Foto: Istimewa)

Kondisi cukup serius dilaporkan terjadi di Bandar Udara Soa-Bajawa. Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway serta sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung.

Selain itu, ditemukan retakan baru di beberapa titik pada area bandar udara tersebut. Kemenhub masih melakukan pemeriksaan dan asesmen untuk mengetahui kondisi fasilitas secara menyeluruh.

Dampak gempa juga dirasakan pada layanan navigasi penerbangan. Sejumlah unit pelayanan yang terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

 

Personel Selamat

Kementerian perhubungan mengecek sejumlah bandara di NTT, termasuk Bandara Soa Bajawa. (Foto: Istimewa)
Kementerian perhubungan mengecek sejumlah bandara di NTT, termasuk Bandara Soa Bajawa. (Foto: Istimewa)

Meski demikian, seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Pada sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan gedung tower, pelayanan navigasi penerbangan untuk sementara dialihkan ke lokasi yang dinilai aman.

Ditjen Perhubungan Udara juga menyiapkan contingency plan atau rencana kontingensi untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap dapat berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi untuk menghadapi dampak gempa terhadap fasilitas penerbangan di wilayah NTT.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.