LUBUK BESAR, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah resmi mengaktifkan pos pelayanan Pemadaman Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Lubuk Besar, pada Rabu (26/8). Langkah ini diambil untuk mempercepat waktu tanggap (response time) jika terjadi insiden darurat di wilayah tersebut.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan, hal tersebut sangat penting karena sebelumnya armada pemadaman yang membutuhkan waktu tempuh lebih ketika harus menjangkau wilayah Lubuk Besar.
"Kita sementara waktu mengaktifkan pos pelayanan untuk teman-teman dari pemadam kebakaran. Untuk personelnya ada dari Damkar dan juga anggota Satpol PP, tergabung di situ untuk membentuk unit sendiri di Lubuk Besar," ujar Algafry Rahman.
Diakuinya, kehadiran posko terpadu itu diharapkan mampu memberikan rasa aman yang lebih besar bagi seluruh warga di area sekitar ketika terjadi kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus meningkat beberapa waktu terakhir.
Dirinya memastikan, di dalam pos Damkar ini akan ditempatkan personel selama 24 jam penuh sebagai penanganan awal terhadap potensi bencana kebakaran maupun keadaan darurat lainnya. "Jadi ini antisipasi kita kalau terjadi suatu hal bencana di Lubuk Besar ini khususnya. Jadi, lebih memperpendek jarak," sebutnya.
Untuk memastikan operasional berjalan maksimal, pihaknya turut menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah daerah. "Sementara waktu kita menyiapkan satu unit mobil pemadam kebakaran dengan beberapa kru masing-masing di setiap regu. Jadi ada 3 shift yang memang sudah kita siapkan di posko," jelasnya.
Algafry Rahman juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau ini. "Sampai hari ini sudah kurang lebih kalau dalam data 130 titik ya, yang sudah kita tangani. Dan sampai hari ini Alhamdulillah paling tidak semuanya sudah bisa ditangani," ujar Algafry Rahman.
Diakuinya, meski sebagian besar area sudah berhasil dikondisikan, pengawasan ketat tetap diberlakukan secara berkala untuk mencegah timbulnya titik api baru. "Memang ada titik tertentu yang saat ini saya lihat terutama di daerah jalan By Pass itu, itu lahan gambut yang pagi-pagi memang asapnya masih muncul ya. Sehingga kita tetap mengawasi, jangan sampai nanti apinya masih keluar ya, apinya masih hidup terus nanti mengganggu daripada hutan yang di situ," tegasnya. (w4)