Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memperkuat tata kelola usaha pariwisata melalui kegiatan pembinaan kepada para pelaku usaha yang tersebar di lebih dari 20 pulau di daerah setempat.

“Pembinaan dilaksanakan secara bergilir dengan menyasar pelaku usaha pariwisata hingga Desember 2026,” kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu Fahmi Ardi Ramlan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pembinaan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, sekaligus memastikan legalitas usaha pariwisata sesuai ketentuan.

“Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan destinasi wisata yang profesional, aman, dan nyaman bagi wisatawan,” ujar Fahmi.

Pada hari pertama pembinaan, Senin, pihaknya menyambangi tiga lokasi usaha pariwisata, yakni Pulau Gusung Sekati, Pulau Semak Daun, dan Pulau Macan.

Menurut dia, kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

“Kami tidak hanya bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Sudin Lingkungan Hidup, Sudin Kesehatan, dan beberapa perangkat daerah lainnya,” terang Fahmi.

Dia menyebutkan sejumlah aspek yang menjadi fokus pembinaan tersebut, yaitu mulai dari penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan agar lebih responsif, hingga sosialisasi dan pemantauan Sertifikat Laik Sehat (SLS) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Pihaknya juga memberikan edukasi mengenai standar keselamatan usaha dan mitigasi risiko bencana, pemantauan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar sesuai dengan perizinan yang dimiliki, serta pengelolaan lingkungan hidup.

“Kami berharap para pelaku usaha dapat menerapkan seluruh hasil pembinaan secara konsisten. Dengan begitu, sektor pariwisata di Kepulauan Seribu semakin tertib, berkualitas, dan berkelanjutan,” tutur Fahmi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi mengatakan pihaknya turut memantau penerapan gerakan pilah sampah di lokasi usaha pariwisata.

Pihaknya melakukan pengawasan intensif terkait penerapan pengelolaan sampah berbasis pemilahan sejak dari sumber. Para pelaku usaha diajak untuk aktif melakukan pengurangan timbulan sampah demi menjaga kelestarian ekosistem Kepulauan Seribu.

Pembinaan tersebut, kata dia, penting untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dia menilai lingkungan yang bersih dan terawat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik wisata Kepulauan Seribu.

“Kami menargetkan pembinaan dilakukan secara merata kepada pelaku usaha di lebih dari 20 pulau. Melalui langkah ini, kami ingin memastikan pemenuhan legalitas dan kesesuaian perizinan berusaha berbasis risiko berjalan optimal di lapangan,” ungkap Hariadi.