Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Kondisi jalan lintas Isaq- Jagong Jeget, tepatnya di kawasan Dusun Peregen, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, mengalami kerusakan parah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan karena kondisi jalan tersebut dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna.
Kerusakan terlihat di sejumlah titik. Lapisan aspal hampir seluruhnya terkelupas, sementara badan jalan berlubang dan bergelombang serta dipenuhi pasir dan material lainnya.
Bahkan, beberapa titik mengalami kerusakan dalam rentang waktu yang cukup panjang.
Kondisi jalan rusak ini dikeluhkan masyarakat karena ruas Isaq-Jagong Jeget merupakan salah satu akses penting bagi warga dari empat desa untuk menuju pusat Kecamatan Linge dan Kota Takengon, Aceh Tengah, sekaligus menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain menjadi jalur mobilitas warga, ruas jalan tersebut juga digunakan untuk mengakses berbagai kebutuhan penting, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, administrasi pemerintahan hingga aktivitas ekonomi.
Salah seorang pengguna jalan, warga Desa Arul Item, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, Widya kepada wartawan TribunGayo.com pada Senin (31/82026), mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan yang dinilai memadai.
Menurut Widya, kondisi jalan yang semakin rusak membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pengendara sepeda motor.
Lubang dan permukaan jalan yang tidak rata menjadi kendala bagi warga yang setiap hari menggunakan ruas tersebut.
“Jalannya sudah rusak bertahun-tahun. Ini jalan utama yang digunakan masyarakat dari beberapa desa menuju pusat Kecamatan Linge dan menuju pusat Kota Takengon.
Sampai sekarang belum tersentuh perbaikan. Aspalnya hampir seluruhnya hilang di sebagian titik,” keluh Widya.
Lebih lanjut, Widya menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut semakin parah setelah terjadinya bencana pada akhir November 2025.
Di sejumlah titik, kerusakan ditemukan dalam rentang lebih dari 10 meter.
Badan jalan terlihat berlubang dan bergelombang, dipenuhi pasir, serta sebagian besar permukaannya sudah tidak memiliki lapisan aspal yang memadai.
Kerusakan juga tidak hanya ditemukan pada satu titik. Sepanjang perjalanan, masyarakat dapat menemukan sejumlah bagian jalan dengan kondisi serupa.
Bahkan, terdapat beberapa lokasi yang mengalami kerusakan lebih parah.
Widya mengungkapkan kondisi itu menyulitkan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut untuk menuju pusat Kecamatan Linge maupun Kota Takengon.
Jarak antara sejumlah desa di wilayah Linge dengan pusat kecamatan yang relatif jauh seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan dalam kondisi layak.
Widya berharap pemerintah dapat segera turun tangan melihat langsung kondisi jalan tersebut dan mengambil langkah perbaikan.
"Masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan, hanya menginginkan akses jalan yang layak dan aman, karena jalan tersebut menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat," demikian ucapnya. (*)
Baca juga: Mutasi Kapolres Aceh Tengah, AKBP Teguh Siswoyo Gantikan AKBP Muhamad Taufiq
Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Aceh Tengah Tembus 49 Kasus, 10 Pasien Baru
Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Raih Penghargaan Serambi Awards 2026 Penggerak Ekonomi Masyarakat Pascabencana