37 WPS di Black Jack Toboali Jalani Tes HIV, Hasil Reaktif Bakal Dikonfirmasi
Asmadi Pandapotan Siregar August 31, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan wanita pekerja seks (WPS) di kawasan lokalisasi Black Jack, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjalani pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit menular seksual, Senin (31/8/2026).

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya mendeteksi potensi penularan sekaligus meningkatkan kesadaran kelompok berisiko mengenai pencegahan HIV dan penyakit menular seksual.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan dalam mengendalikan potensi penyebaran HIV di masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan, pemeriksaan dilakukan melalui Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau Konseling dan Tes Sukarela (KTS). Kegiatan tersebut menyasar populasi yang dinilai berisiko terhadap penularan HIV dan dilakukan minimal satu kali dalam setahun di tempat dengan populasi berisiko. Selain pemeriksaan, peserta juga mendapatkan konseling mengenai cara mencegah penularan HIV dan penyakit menular seksual.

“Jadi hari ini kita melakukan kegiatan VCT atau KTS, lokasinya ada di kawasan lokalisasi,” kata Slamet Wahidin kepada Bangkapos.com, Senin (31/8/2026).

Slamet Wahidin menyebut hingga pemeriksaan berlangsung terdapat 37 WPS yang telah mengikuti tes. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode rapid test untuk memperoleh hasil awal secara cepat. Hasil pemeriksaan selanjutnya akan dikonfirmasi oleh petugas dan diharapkan tidak ada peserta yang terdeteksi positif.

Jika ditemukan hasil reaktif pada pemeriksaan awal, peserta tidak langsung dinyatakan positif HIV. Petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan hasil tersebut melalui pemeriksaan kedua dan ketiga. Mekanisme tersebut dilakukan agar hasil pemeriksaan dapat dipastikan sebelum menentukan status kesehatan peserta.

“Sampai saat ini kita sudah mendata sekitar 37 orang yang sudah melakukan tes pemeriksaan. Jika memang hasil ini ternyata ada yang reaktif, akan kita konfirmasi dengan melakukan pemeriksaan kedua dan ketiga,” jelas Slamet.

VCT – Sejumlah petugas kesehatan ketika melakukan VCT di kawasan lokalisasi Black Jack, Senin (31/8/2026). Dalam kegiatan itu sebanyak 37 WPS telah dilakukan pemeriksaan VCT HIV.
VCT – Sejumlah petugas kesehatan ketika melakukan VCT di kawasan lokalisasi Black Jack, Senin (31/8/2026). Dalam kegiatan itu sebanyak 37 WPS telah dilakukan pemeriksaan VCT HIV. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto)

Adapun kegiatan pemeriksaan juga disertai sosialisasi mengenai cara mencegah penularan HIV dan penyakit menular seksual. Edukasi diberikan untuk mendorong WPS memahami risiko penularan dan menerapkan langkah pencegahan dalam aktivitas mereka. DKPPKB menargetkan upaya tersebut dapat menekan potensi penularan HIV di lingkungan populasi berisiko.

Pelaksanaan pemeriksaan mendapat respons kooperatif dari para WPS yang menjadi sasaran kegiatan. DKPPKB juga melibatkan personel Polsek untuk membantu mengakomodasi dan mengkoordinasikan peserta agar dapat mengikuti pemeriksaan. Slamet menyebut koordinasi tersebut membantu memastikan peserta yang menjadi sasaran dapat hadir dan menjalani pemeriksaan.

“Alhamdulillah, semua di sini bisa kooperatif diajak kerja sama, dan kita juga sudah melibatkan teman-teman di Polsek untuk bisa mengakomodir dan mengkoordinasi agar mereka bisa datang semua dan melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kendati demikian Slamet Wahidin mengimbau kelompok yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi untuk menerapkan perilaku hidup sehat guna mencegah penularan HIV. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari hubungan seksual berisiko dan menggunakan kondom sebagai salah satu cara mengurangi risiko penularan. Pemeriksaan secara berkala juga penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian HIV.

“Contohnya misalnya tidak melakukan seks bebas, atau minimal menggunakan kondom. Jadi cukup untuk mencegah dan mengendalikan penyakit HIV,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.