TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga di Jalan Kerja Bakti, RT 16/RW 07, Kelurahan/Kecamatan Makasar, Jakarta Timur mengeluhkan tumpukan sampah pada aliran Kali Cipinang.
Berdasarkan aduan pada aplikasi Jakarta Kini (Jaki), warga mengeluhkan tumpukan sampah tersebut karena menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga ke permukiman warga.
"Sampah menumpuk dan tersumbat di belakang rumah saya, menyebabkan bau tidak sedap," kata pelapor sebagaimana dikutip dalam aduannya pada aplikasi Jaki.
Dikonfirmasi aduan, Kecamatan Makasar menyebut laporan warga mengenai tumpukan sampah sudah langsung ditindaklanjuti jajaran UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Camat Makasar, Dimas Prayudi mengatakan berdasarkan hasil penanganan yang dilakukan sebanyak ratusan kilogram sampah telah diangkut petugas dari Kali Cipinang.
"Sudah langsung ditindaklanjuti UPK Badan Air, perkiraan (sampah yang diangkut) 150 kilogram," kata Dimas saat dikonfirmasi di Makasar, Jakarta Timur, Senin (31/8/2026).
Untuk mencegah kasus serupa, jajaran UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bakal melakukan pengawasan mencegah tumpukan sampah di sepanjang aliran Kali Cipinang.
Warga juga diimbau membuang sampah sembarang, dan melakukan program pilah sampah agar sampah organik maupun anorganik yang dihasilkan dapat dikelola dengan baik dan bermanfaat.
Terlebih TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat kini hanya menerima sampah residu atau tidak dapat diolah kembali, sehingga warga diharapkan dapat melakukan pilah dan pengolahan sampah.
Baca juga: 500 Petugas Dikerahkan Bersihkan Sampah Menumpuk di Kali Baru Jatinegara
Baca juga: OTT Pembuang Sampah Digencarkan di Jakarta Timur, 66 Warga Terjaring dan Didenda hingga Rp500 Ribu
Baca juga: RW 15 Duren Sawit Jaktim Galakkan Gang Hijau, Integrasikan Bank Sampah dan Urban Farming