Nasib Timbul, Pengemudi Becak di Kulon Progo yang Mendadak Masuk Desil 9, Terancam Kehilangan Bansos
Eri Ariyanto September 01, 2026 04:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nasib bantuan sosial (bansos) seorang pengemudi becak di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi sorotan setelah data kesejahteraannya berubah drastis.

Timbul, pengemudi becak yang sehari-hari bekerja di kawasan Malioboro, mengaku kaget setelah mengetahui status desil kesejahteraannya berubah menjadi desil 9, yang masuk kategori masyarakat mampu.

Perubahan tersebut membuat Timbul khawatir. Sebab, sebagai orang tua tunggal yang harus menghidupi dua anak, bantuan pemerintah selama ini menjadi salah satu penopang kehidupannya.

Penghasilan sebagai pengemudi becak pun tidak selalu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga. Untuk menambah pemasukan, Timbul juga beternak ayam kampung di sela-sela pekerjaannya.

Kondisi tersebut membuat perubahan data desil bukan sekadar persoalan administratif bagi Timbul. Ada masa depan pendidikan anak yang ikut dipertaruhkan.

Timbul berharap anaknya dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dengan memanfaatkan bantuan pendidikan, termasuk melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Namun, perubahan status kesejahteraan menjadi desil 9 membuat harapan tersebut terancam.

"Jelas sakit itu, soalnya kan harapan saya kan ya itu tadi sudah saya bilang anak saya kuliah dengan harapan ada kartu KIP... tapi ternyata hasilnya naik, kan ya tetap kaget," ujar Timbul dikutip dari YouTube KOMPASTV, Senin (31/08/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa data kesejahteraannya bisa berubah hingga masuk desil 9.

Padahal, dalam kesehariannya, Timbul masih harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan membiayai kedua anaknya.

Ia pun berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan kembali terhadap kondisi keluarganya sehingga data yang tercatat benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan.

"Harapan saya ya mudah-mudahan nanti dari pemerintah nanti bisa merubah data saya," kata Timbul.

Desil naik jadi 9, pengemudi becak Timbul cemas bansos terancam dan anaknya sulit kuliah. (YouTube/kompastv)

Warga Bisa Ajukan Perubahan Data

Perubahan desil kesejahteraan tidak berarti masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki data yang dinilai tidak sesuai.

Masyarakat dapat mengajukan usulan perubahan melalui Aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store maupun App Store.

Setelah mengunduh aplikasi, masyarakat perlu membuat akun dan kemudian menggunakan fitur "usulan" untuk mengajukan perbaikan data.

Selain melalui aplikasi, warga juga dapat menyampaikan laporan secara langsung melalui kantor kelurahan setempat.

Kelurahan kemudian akan melakukan proses verifikasi terhadap kondisi warga yang mengajukan perubahan data.

Pihak Kelurahan Siwalan menjelaskan, keluhan mengenai desil yang tiba-tiba meningkat juga disampaikan oleh sejumlah warga.

"Ada beberapa dari warga kami mengeluh karena desilnya tiba-tiba tinggi. Jadi mereka minta diturunkan desilnya," jelas pihak kelurahan.

Untuk mengajukan perubahan tersebut, warga perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung.

" Syaratnya ada KTP, KK, dan foto dari depan dan juga dari dalam rumah," lanjutnya.

Dokumen tersebut dibutuhkan untuk membantu proses pengecekan dan memastikan kondisi ekonomi warga sesuai dengan data yang diajukan.

Tidak Bisa Langsung Berubah

Masyarakat yang mengajukan perubahan data juga perlu memahami bahwa proses tersebut tidak dapat dilakukan secara instan.

Setelah pengajuan diterima, masih ada tahapan verifikasi di lapangan sebelum data diteruskan melalui sistem pemerintah.

Proses tersebut membutuhkan waktu karena harus melewati beberapa tahapan, mulai dari pengajuan, pengecekan kondisi rumah dan ekonomi warga, hingga pembaruan dalam sistem pemerintah pusat.

"Ada waktu yang perlu ditunggu 1 sampai dengan 3 bulan mulai dari pengajuan, pengecekan ke lapangan, bahkan menunggu sistem dari pemerintah pusat," terang pihak kelurahan.

Bagi Timbul, proses tersebut menjadi penantian penting. Ia berharap kondisi keluarganya dapat kembali tercermin dalam data kesejahteraan pemerintah.

Sebab, persoalan desil baginya bukan hanya menyangkut apakah keluarganya masih mendapatkan bansos atau tidak. Lebih dari itu, ada harapan agar anaknya tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Di tengah penghasilannya sebagai pengemudi becak dan usaha kecil beternak ayam kampung, Timbul masih berusaha mempertahankan harapan tersebut.

Kini, ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali data keluarganya dan memberikan kepastian mengenai status kesejahteraannya.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.