Hasil Ekshumasi Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah Masih Misteri, Kini Keluarga Desak Kepastiannya
Eri Ariyanto September 01, 2026 04:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keluarga almarhum Sutrimo hingga Senin (31/8/2026) masih menunggu hasil ekshumasi yang dilakukan setelah kematian pria yang diketahui bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut.

Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo dilakukan pada 12 Agustus 2026. Namun, hampir tiga pekan setelah proses tersebut, keluarga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai hasil pemeriksaan forensik yang diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian almarhum.

Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Ia kemudian dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan sejumlah hal, termasuk hasil pemeriksaan terhadap jaringan tubuh almarhum serta barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Keluarga Sutrimo Masih Menunggu Hasil Ekshumasi

Perwakilan keluarga mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan penyidik untuk mengetahui perkembangan hasil ekshumasi.

Keluarga berharap pemeriksaan forensik dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi Sutrimo sebelum meninggal dunia.

"Hasil ekshumasi dari kami dari pihak keluarga almarhum Sutrimo juga memang kita posisinya saat ini sedang menunggu dan kami tiap hari hampir tiap hari kita koordinasi dengan penyidik menanyakan apakah hasil ekshumasi sudah ada atau belum," ujar perwakilan keluarga dikutip dari YouTube KOMPASTV, Senin (31/08/2026).

Menurut keluarga, kepastian mengenai hasil pemeriksaan tersebut penting agar berbagai pertanyaan yang selama ini muncul dapat segera terjawab.

Selain hasil ekshumasi, keluarga juga mempertanyakan keberadaan telepon genggam milik Sutrimo yang disebut menjadi salah satu barang bukti dalam perkara tersebut.

Polisi Masih Menunggu Pemeriksaan Laboratorium

Polda Metro Jaya memastikan proses pemeriksaan belum sepenuhnya selesai. Polisi masih menunggu hasil analisis dari tim dokter forensik dan laboratorium kriminal.

"Sampai hari ini kami masih menunggu dari Persatuan Dokter Forensik untuk hasil dari laboratorium kriminal yang hasil pengajuan DNA, jaringan ataupun ada kandungan zat lain," ungkap pihak kepolisian.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencari sejumlah petunjuk yang dapat membantu penyidik mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Salah satu fokus pemeriksaan adalah kemungkinan adanya kandungan zat tertentu dalam tubuh almarhum. Selain itu, sampel DNA dan jaringan juga masih menjadi bagian dari pemeriksaan laboratorium.

Dengan demikian, belum keluarnya hasil pemeriksaan bukan berarti proses penyelidikan telah dihentikan. Polisi masih menunggu hasil ilmiah dari pemeriksaan forensik sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

MISTERI KEMATIAN - Polda Metro bantah isu ajudan Febrie ditembak. Polisi pastikan hoaks, kematian Sutrimo diselidiki. (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Belum Ada Pernyataan Resmi dari Polda Metro Jaya

Hingga 31 Agustus 2026, belum ada keterangan resmi yang disampaikan secara terbuka mengenai hasil pemeriksaan forensik Sutrimo.

Jurnalis Kompas TV, Medina Andas, melaporkan bahwa baik Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin maupun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil ekshumasi tersebut.

"Memang belum ada keterangan ataupun pernyataan resmi dari pihak kepolisian baik dari Dir Krimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin maupun Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto," jelas Medina.

Sementara itu, tim dokter forensik yang dipimpin Prof. Ahmad Yudianto disebut masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel yang diperoleh dari proses ekshumasi.

Tim Forensik Cari Indikasi Racun

Salah satu fokus pemeriksaan tim forensik adalah mencari kemungkinan adanya kandungan racun atau zat tertentu di dalam tubuh Sutrimo.

Pemeriksaan tersebut menjadi penting karena hasil laboratorium dapat memberikan petunjuk apakah terdapat zat yang berkontribusi terhadap kondisi almarhum sebelum meninggal dunia.

Namun, sampai hasil laboratorium diterima penyidik, belum dapat disimpulkan adanya kandungan racun maupun zat tertentu sebagai penyebab kematian.

Kepolisian juga masih perlu mencocokkan hasil pemeriksaan forensik dengan bukti-bukti lain dalam penyelidikan.

Sorotan soal Proses Evakuasi

Selain menunggu hasil ekshumasi, perhatian publik juga tertuju pada proses evakuasi Sutrimo setelah ditemukan tidak sadarkan diri di depan Klinik Mordent.

Dalam laporan di lapangan, terdapat pertanyaan mengenai keterlibatan staf Kejaksaan Agung dalam proses evakuasi Sutrimo menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.

Hal tersebut turut menjadi bagian yang disorot di tengah proses penyelidikan kematian Sutrimo.

Meski demikian, berbagai pertanyaan tersebut masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak terkait. Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Keluarga pun berharap hasil ekshumasi segera keluar sehingga penyebab kematian Sutrimo dapat diketahui secara terang dan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat memperoleh jawaban berdasarkan bukti ilmiah.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.