3 Faktor Penyebab Lionel Messi Putuskan Pensiun dari Timnas Argentina, Singgung Kepergian Sang Ayah
Drajat Sugiri September 01, 2026 07:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Lionel Messi akhirnya mengambil keputusan besar dalam kariernya. Setelah lebih dari dua dekade membela Timnas Argentina, La Pulga resmi mengakhiri perjalanan bersama Albiceleste.

Messi mengumumkan keputusan tersebut melalui surat emosional yang diunggah ke media sosial pribadinya, pada Senin (31/8/2026) malam WIB. 

Keputusan itu datang beberapa pekan setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

Di usia 39 tahun, Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan warisan luar biasa. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sekaligus pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Albiceleste.

Namun, keputusan Messi tidak datang secara tiba-tiba.

Dalam suratnya, kapten Argentina itu mengungkap sejumlah pertimbangan yang membuatnya merasa sudah waktunya menutup babak tersebut.

1. Merasa Sudah Tidak Punya Banyak Hal untuk Diberikan

Pemain depan Argentina Lionel Messi berdiri di lapangan menjelang dimulainya pertandingan sepak bola final Piala Dunia Qatar 2022 antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, utara Doha pada 18 Desember 2022. (Paul ELLIS / AFP)
Pemain depan Argentina Lionel Messi berdiri di lapangan menjelang dimulainya pertandingan sepak bola final Piala Dunia Qatar 2022 antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, utara Doha pada 18 Desember 2022. (Paul ELLIS / AFP) (AFP/PAUL ELLIS)

Faktor pertama berkaitan dengan kondisi Messi sendiri.

Setelah bertahun-tahun menjadi pusat permainan Argentina, Messi menyadari bahwa dirinya tidak lagi berada pada titik yang sama seperti beberapa tahun sebelumnya.

Ia memang masih mampu tampil di level tinggi, tetapi tuntutan membela tim nasional berbeda. Messi merasa harus memberikan kemampuan terbaik setiap kali mengenakan jersey Argentina.

Dalam surat perpisahannya, Messi mengungkapkan kondisi tersebut secara terbuka.

"Saya sudah memberikan segalanya yang saya punya. Saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan," ucap Messi, dikutip dari TycSports.

Messi juga menyadari bahwa perjalanan kariernya mulai memasuki babak akhir.

"Tidak banyak waktu tersisa, dan bab-bab akan segera berakhir," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal paling jelas bahwa Messi merasa waktunya bersama Timnas Argentina memang sudah mendekati penghujung.

Baca juga: Belum Ada Reaksi Cristiano Ronaldo dalam Pengumuman Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina

2. Kepergian Sang Ayah Memperkuat Keputusan Messi

AKSI MESSI - Pemain Argentina, Lionel Messi, saat tampil menghadapi Angola di FIFA Matchday, Jumat (14/11/2025) di Estadio 11 de Novembro.
AKSI MESSI - Pemain Argentina, Lionel Messi, saat tampil menghadapi Angola di FIFA Matchday, Jumat (14/11/2025) di Estadio 11 de Novembro. (Instagram @leomessi)

Ada faktor emosional yang membuat keputusan Messi semakin bulat, yakni meninggalnya sang ayah, Jorge Messi.

Jorge bukan sekadar ayah bagi Messi. Ia merupakan sosok yang mendampingi perjalanan karier sang megabintang sejak awal, termasuk ketika Messi masih merintis jalan sebagai pesepak bola muda di Rosario.

Messi sebenarnya sudah menulis surat perpisahannya pada 21 Juli, hanya dua hari setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

Namun, surat tersebut baru diumumkan setelah Jorge meninggal dunia pada Agustus.

Messi sendiri mengakui bahwa kepergian sang ayah semakin menguatkan keyakinannya untuk mundur.

"Saya menulis kata-kata ini pada 21 Juli, dua hari setelah final. Hari ini, setelah apa yang terjadi pada ayah saya, saya semakin yakin dibanding sebelumnya," ucap Messi.

3. Messi Ingin Memberi Jalan kepada Generasi Baru

Faktor terakhir adalah masa depan Timnas Argentina.

Messi sadar Albiceleste tidak boleh selamanya bergantung kepadanya. Setelah bertahun-tahun menjadi pemain utama, kini sudah muncul sejumlah talenta muda yang siap mengambil peran lebih besar.

Karena itu, Messi memilih membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Ia bahkan secara khusus menyinggung kemunculan pemain-pemain muda dalam surat perpisahannya.

"Ada beberapa anak muda yang sangat hebat yang muncul di belakang kami yang pantas berada di sana," ucapnya.

Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Messi tidak ingin kehadirannya menghambat regenerasi Argentina.

La Pulga memilih pergi ketika dirinya masih dicintai dan dihormati, sekaligus meninggalkan tim dengan generasi baru yang siap melanjutkan perjuangan.

Akhir Sebuah Era

Pemain depan Argentina Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia selama upacara trofi Piala Dunia Qatar 2022 setelah pertandingan final sepak bola antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, utara Doha. Minggu (18 Desember 2022). Argentina menang dalam adu penalti dengan Prancis. (FRANCK FIFE / AFP)
Pemain depan Argentina Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia selama upacara trofi Piala Dunia Qatar 2022 setelah pertandingan final sepak bola antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, utara Doha. Minggu (18 Desember 2022). Argentina menang dalam adu penalti dengan Prancis. (FRANCK FIFE / AFP) (AFP/FRANCK FIFE)

Keputusan Messi menandai berakhirnya salah satu era terbesar dalam sejarah Timnas Argentina.

Selama lebih dari 20 tahun, Messi melewati berbagai fase bersama Albiceleste. Ia pernah merasakan pahitnya kekalahan di final, sempat mengumumkan pensiun pada 2016, kemudian kembali dan akhirnya membawa Argentina meraih Copa América, Finalissima, hingga Piala Dunia.

Kini, setelah seluruh pencapaian tersebut, Messi memilih menutup cerita dengan caranya sendiri.

Ia mengakui keputusan itu bukan sesuatu yang mudah.

"Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih sangat menyakitkan, tetapi saya mengerti bahwa ini adalah waktu yang tepat," tandasnya.

Messi pun memastikan cintanya kepada Argentina tidak akan pernah berubah.

Ia pergi sebagai juara dunia dan legenda terbesar dalam sejarah Albiceleste, tetapi tetap ingin mendukung tim nasional dari luar lapangan.

Dengan kepergian Messi, Argentina kini memasuki era baru. Nomor 10 yang selama bertahun-tahun identik dengan La Pulga akhirnya harus mencari penerus.

Sementara bagi Messi, babak bersama Timnas Argentina memang telah berakhir, tetapi warisannya akan terus hidup.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.