2 Anak yang Hilang di Sungai Loa Haur Kukar Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan
Nur Pratama September 01, 2026 08:09 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pencarian dua anak berusia tujuh tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur berakhir dengan kabar duka.

Kutai Kartanegara adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, Ibu kota dan pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di kecamatan Tenggarong.

Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Selasa (1/9/2026).

Kedua korban ditemukan di lokasi berbeda. Korban pertama ditemukan sekitar 50 meter ke arah hulu dari titik awal kejadian, sedangkan korban kedua ditemukan sekitar 50 meter ke arah hilir.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar H. Fida Hurasani, S.Sos mengatakan, korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.40 WITA.

Baca juga: Kualitas Udara Memburuk Akibat Asap, Pemkab Kukar Siapkan Kebijakan Belajar Daring untuk Pelajar

“Korban pertama ditemukan pada pukul 11.40 WITA. Selang sekitar dua jam lebih, korban kedua ditemukan pada pukul 14.00 WITA,” sebut Fida.

Sebelumnya, kedua anak tersebut diketahui bermain dan mandi di Sungai Loa Haur pada Senin (31/8/2026).

Aktivitas keduanya sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut, keduanya masih terlihat bermain di air hingga sekitar pukul 13.45 WITA.

Setelah waktu tersebut, keberadaan keduanya tidak lagi terlihat dalam rekaman.

Laporan mengenai hilangnya kedua anak tersebut kemudian diterima petugas pada Senin malam. Tim Damkarmatan Kukar bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Titik terakhir kedua anak terlihat dari rekaman CCTV kemudian dijadikan sebagai lokasi awal penyisiran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas dan keterangan saksi di lokasi, kondisi air sungai saat kejadian sedang surut. Meski demikian, arus di kawasan tersebut disebut cukup deras.

Situasi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kedua anak terseret arus.

Fida mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh tim di lapangan, salah satu korban diduga lebih dulu mengalami kondisi tersebut.

Korban lainnya diduga berupaya memberikan pertolongan setelah melihat temannya mengalami kesulitan di air. Namun, dalam proses tersebut, korban kedua juga diduga ikut terseret.

“Korban pertama itu yang duluan menjadi korban. Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu temannya karena melihat temannya jatuh,” terangnya.

Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian, termasuk ke arah hulu dan hilir sungai.

Operasi tersebut melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, yakni TNI, Polri, Damkarmatan, Basarnas dan relawan.

Setelah pencarian berlangsung, korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.40 WITA. Penyisiran kemudian dilanjutkan hingga korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA.

Kedua korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika anak-anak beraktivitas di sekitar sungai atau kawasan perairan.

Fida mengimbau agar anak-anak mendapat pengawasan saat bermain, terutama di lokasi yang memiliki risiko keselamatan.

“Anak jangan sampai dilepaskan begitu saja kalau bermain di tempat yang berbahaya, terutama di air,” pesannya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.