Penemuan Mayat Pria di Marina Batam, Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dari RS Bhayangkara
Eko Setiawan September 01, 2026 09:42 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Misteri kematian seorang pria di sebuah rumah kos di Perumahan Taman Laguna Marina, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, akhirnya terungkap.

Pria bernama Partiuran Sinaga (49) tersebut dipastikan meninggal dunia karena sakit. Hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban serta berkoordinasi dengan keluarga.

"Dari hasil pengecekan dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," kata Hippal Tua, Selasa (1/9/2026).

Polisi juga mendapatkan informasi mengenai riwayat kesehatan korban. Dari rekam medis yang diperoleh, Partiuran diketahui memiliki riwayat penyakit tuberkulosis (TBC).

"Jadi kita mendapatkan rekam medis korban, dan dijelaskan korban memiliki penyakit TBC," katanya.

Keberadaan korban sempat menjadi tanda tanya warga sebelum akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa pada Senin (31/8/2026) pagi.

Korban ditemukan di sebuah kamar kos di Perumahan Taman Laguna Marina, Blok C, RT 05/RW XI, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang.

Saat petugas tiba di lokasi, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan memasang garis polisi di pintu masuk rumah kos tersebut.

Identitas korban kemudian diketahui setelah polisi melakukan koordinasi dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pemilik rumah kontrakan.

"Korban diketahui bernama Partiuran Sinaga, 49 tahun, berasal dari Sumut," kata Hippal.

Menurut Hippal, Partiuran merupakan penghuni kos dan selama tinggal di lokasi tersebut diketahui hidup seorang diri.

"Anak kos, sudah kita evakuasi ke RS Bhayangkara," ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan indikasi adanya kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Hippal mengatakan, pihak keluarga korban juga berada di Batam dan Karimun. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga korban juga ada di Batam dan di Karimun. Jadi kemarin jenazah sudah diambil keluarga untuk dimakamkan," katanya.

Dengan adanya hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan kematian Partiuran tidak mengarah pada tindak kekerasan.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal juga telah dimintai keterangan.

"Kita periksa dulu para saksi. Masih pendalaman untuk mengetahui penyebabnya," ujar Hippal.

Hippal menegaskan, berdasarkan pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban memiliki riwayat penyakit TBC.

"Masih penyelidikan," katanya.(ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.