Buka Pelatihan Vokasi di Oelnasi, Bupati Kupang Dorong Anak Muda Berani Buka Usaha
Apolonia Matilde September 01, 2026 09:43 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alexandro Novaliano Demon Paku


POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Bupati Kupang, Yosef Lede, mendorong anak-anak muda di Kabupaten Kupang berani memanfaatkan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan untuk membuka usaha sendiri.

Hal itu disampaikan Yosef saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi di UPTD Balai Pelatihan Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (1/9/2026). 

Sebanyak 48 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kupang mengikuti pelatihan tersebut. 

Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.

Para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Yosef mengatakan, pelatihan tidak boleh berhenti sebatas memberikan pengetahuan kepada peserta. 

Keterampilan yang diperoleh harus bisa diterapkan setelah peserta kembali ke lingkungan masing-masing.

“Harapan kita, ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sini dapat dipraktikkan setelah pelatihan selesai, sehingga membuka peluang usaha dan menciptakan kemandirian bagi anak-anak muda kita,” kata Yosef.

Ia meminta 48 peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin.

Menurut Yosef, keterampilan dapat menjadi modal untuk menghasilkan pendapatan apabila peserta berani mengembangkannya menjadi sebuah usaha.

Ia juga mengajak anak-anak muda tidak hanya berpikir sebagai pencari kerja. Mereka, kata Yosef, harus mulai melihat peluang untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Tidak semua orang diciptakan untuk menjadi PNS. Masing-masing memiliki talenta. Yang penting adalah bagaimana talenta itu dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Yosef menilai keterampilan pengolahan buah serta penyiapan produk pastry dan kue yang diberikan dalam pelatihan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.

Dengan kreativitas dan inovasi, produk yang dibuat dalam skala kecil bisa dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan.

Bahkan, ketika usaha tersebut berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain juga semakin besar.

Karena itu, Yosef meminta peserta tidak takut memulai usaha dari skala kecil.

Menurutnya, keberhasilan tidak selalu harus diawali dengan modal besar. Hal yang penting adalah kemauan untuk memulai dan konsisten mengembangkan usaha.

“Kalau setelah pelatihan ada yang mau membuka usaha, komunikasikan dengan baik. Pemerintah akan melihat apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Yosef, akan melihat bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada peserta yang ingin mengembangkan keterampilan menjadi usaha.

Komunikasi juga dapat dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk mitra perbankan, untuk mendukung akses pembiayaan usaha sesuai ketentuan.

“Kita ingin anak-anak muda di Kabupaten Kupang memiliki kemandirian dan tidak terus bergantung kepada orang tua maupun pemerintah,” tegasnya.

Yosef berharap 48 peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan membawa keterampilan tersebut untuk dipraktikkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kita berharap ada dampak dan tindak lanjut dari apa yang diterima di tempat ini. Setelah pulang, ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan dan dikembangkan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang Yesai Lanus, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kupang Benidiktus Selan. (nov)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.