Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan meminta agar tidak ada aktivitas pembuangan sampah di kawasan Jalan Reformasi, Rawa Malang, Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara yang jumlahnya mencapai sekitar 60 ribu ton.

“Kami tegaskan aktivitas pembuangan sampah baru ke kawasan Nagrak tidak boleh terus berlangsung,” kata Judistira di Jakarta, Selasa.

Ia meminta pengiriman sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) dihentikan agar volume sampah di lokasi tersebut tidak semakin bertambah.

“Jadi pada intinya, pertama, tidak boleh lagi ada pengiriman sampah khususnya dari Horeka ke situ, ya, dihentikan," kata dia.

Namun, penghentian pengiriman sampah baru belum menyelesaikan persoalan utama karena sekitar 60.000 ton sampah sudah telanjur menumpuk di kawasan tersebut.

Ia mengatakan sampah yang telah berada di lokasi dapat tetap dikelola oleh masyarakat yang selama ini beraktivitas di sana sembari Pansus dan pemerintah mencari skema penanganan lebih lanjut.

Menurut dia, gunungan sampah di Nagrak juga memperlihatkan persoalan yang lebih besar, yakni keterbatasan fasilitas pengolahan sampah di Jakarta.

Dirinya menilai pemerintah perlu memiliki lebih banyak alternatif pengolahan sampah agar persoalan serupa tidak kembali muncul di lokasi lain.

“Pemerintah DKI sekarang hanya memiliki RDF Rorotan yang saat ini sedang ditingkatkan kapasitas penerimaan sampahnya di sana. Kedua, pemerintah baru memiliki TPS 3R yang belum maksimal berfungsi sebanyak 31 TPS 3R," kata Judistira.

Oleh karena itu, Pansus meminta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan pengelola swasta di sekitar Jakarta yang memenuhi persyaratan untuk melakukan pengolahan sampah.

Dia menuturkan, pengelolaan sampah juga harus dilakukan secara transparan dan masyarakat perlu mengetahui ke mana sampah yang mereka hasilkan dibawa dan siapa pihak yang bertanggung jawab mengelolanya.

“Kami ingin tahu sampah kita dibawa ke mana, dikelola oleh siapa, semua warga Jakarta harus tahu itu, gitu, sehingga ini bisa dikendalikan, dikonsolidasi semua sampah-sampah yang ada di DKI Jakarta ini," ujarnya.