TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menyebut sebanyak 176 personel dikerahkan memperkuat kesiapsiagaan dan menangani insiden erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang kini berstatus siaga.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 50–600 meter.
Adapun abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur–tenggara.
Di sisi lain, aktivitas kegempaan tercatat berupa 9 kali gempa hembusan, 6 kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter.
Atas kondisi tersebut, kata Trunoyudo, menjadi perhatian bersama karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
Untuk mendukung pengamanan dan keselamatan masyarakat, 176 personel Polda Sumatera Utara yang terdiri atas 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan 4 personel tim kesehatan dikerahkan.
Baca juga: Buntut Erupsi Gunung Sinabung, Sejumlah Penerbangan dari Kualanamu Masih Alami Penundaan
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan wilayah rawan, membantu pengaturan mobilitas masyarakat, mendukung proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan cepat.
Di sisi lain, terdapat 550 personel gabungan yang terdiri 500 prajurit TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo.
Seluruh unsur bekerja secara terpadu di bawah koordinasi pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dari data yang ada, wilayah Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi perhatian karena berpotensi terdampak awan panas.
Untuk mencegah masyarakat terpapar bahaya, kawasan Lau Kawar dan kebun anggur ditutup sementara.
"Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta sterilisasi di wilayah yang berpotensi membahayakan. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan tersebut, termasuk untuk melihat aktivitas gunung atau mengambil gambar," tutupnya.
Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Penerbangan di Bandara Kualanamu Dihentikan Sementara
Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia.
Sinabung, bersama Gunung Sibayak di dekatnya, adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi Sumatera Utara setelah Gunung Sibuatan. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter.
Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600. Letusan terakhirnya diperkirakan sekitar tahun 800.
Namun, beberapa tahun silam, Gunung Sinabung mendadak aktif kembali dengan meletus pada tanggal 27 Agustus 2010.
Gunung Sinabung berjarak 25,5 km ke Kabanjahe, ibu kota Kabupaen Karo dan berjarak 88,8 km ke Medan, ibu kota Sumatra Utara.