TRIBUNSUMSEL.COM -- Perselisihan antara pengusaha produk kecantikan asal Aceh, Shella Saukia, dengan Dokter Samira Farahnaz yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif) kembali menjadi perhatian publik.
Permasalahan di antara keduanya telah berlangsung sejak tahun 2024, dipicu oleh ulasan (review) buruk yang diberikan oleh Doktif terhadap produk perawatan kulit milik Shella.
Doktif sendiri dikenal kerap membagikan konten ulasan dan edukasi seputar produk perawatan kulit di media sosial.
Hasil ulasan tersebut memicu respons langsung dari pihak Shella Saukia.
Pada awal tahun 2025, pengusaha bernama asli Rahma Ina Putria ini mendatangi Doktif di sebuah restoran untuk meminta penjelasan secara langsung terkait alasan penilain negatif terhadap produk kecantikannya.
Kedatangan Shella tersebut berlanjut ke proses hukum.
Doktif yang merasa keberatan atas kejadian di restoran tersebut kemudian melaporkan Shella Saukia ke Polda Metro Jaya, Jakarta, atas dugaan persekusi.
Setelah proses hukum berjalan hampir dua tahun, konflik ini kembali ramai diperbincangkan publik setelah adanya niat dari Shella Saukia untuk menyelesaikan permasalahan secara damai.
Namun, di tengah wacana perdamaian tersebut, muncul kabar bahwa pihak Doktif mengajukan syarat berupa uang kompensasi sebesar Rp50 miliar untuk menyetujui opsi damai.
Isu permintaan uang damai ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pengusaha Fitri Salhuteru yang memilih memberikan dukungan secara terbuka kepada Shella Saukia melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahannya, Fitri mengunggah ulang kolase video-video lama Doktif.
Salah satu rekaman memperlihatkan pernyataan Doktif masa lalu yang menyebutkan nilai nominal fantastis jika Shella Saukia ingin berdamai dengannya.
Baca juga: Doktif Buka Suara Soal Dugaan Aliran Dana dan Rencana Laporan TPPU di Sidang Skincare Richard Lee
Melalui keterangan tertulis pada unggahannya, Fitri Salhuteru menyampaikan bentuk dukungannya kepada Shella Saukia atas permasalahan yang sedang dihadapi.
"POKOKNYA @shellasaukia.co.id BADAS dan KEREN," tulis Fitri Salhuteru, dikutip Rabu (2/9/2026).
Fitri menjelaskan bahwa rekaman video lama tersebut memberikan gambaran bagi dirinya mengenai hal-hal yang selama ini menjadi tanda tanya terkait latar belakang perselisihan kedua belah pihak.
"Apa yang dia pertanyakan dulu semua jadi nyata," akunya.
Lebih lanjut, Fitri mengutarakan pandangannya mengenai alasan di balik aksi ulasan produk yang berujung pada laporan polisi dan wacana uang damai tersebut.
"Tujuan me-review ada yang dibayar dan tujuan cari keributan lalu LP (lapor polisi) lalu niat memeras," pungkasnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com