SURYA.CO.ID SIDOARJO - Sebanyak 35 santri Mambaul Hikam kembali dibawa ke rumah sakit setelah kondisi mereka tak kunjung membaik usai diduga mengalami keracunan bersama ratusan santri lainnya, Rabu (2/9/2026) siang di Sidoarjo.
Para santri sebelumnya mendapat perawatan di masjid kompleks pesantren. Namun, kondisi mereka belum membaik sehingga petugas memindahkan seluruhnya ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Bupati Sidoarjo Subandi memimpin langsung proses pemindahan tersebut. Ia turut mengoordinasikan petugas kesehatan saat membawa para santri menuju ambulans.
“Kita pindahkan ke rumah sakit. Supaya mendapat perawatan lebih bagus dan supaya anak-anak kita bisa segera membaik,” kata Subandi di sela mengordinir petugas kesehatan membawa para santri naik ke ambulan.
Rabu (2/9/2026) siang. Sebelumnya, mereka dirawat di area masjid kompleks pesantren
Baca juga: Kronologi Keracunan Massal Santri di Sidoarjo: Mual dan Kejang Usai Santap MBG Siang
Sebelumnya, sebanyak 531 santri telah dilarikan ke rumah sakit. Sebagian besar dari mereka sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan membaik, sedangkan 88 santri masih menjalani perawatan.
Dengan tambahan 35 santri yang dibawa ke rumah sakit pada Rabu (2/9/2026), total santri yang telah ditangani mencapai 566 orang.
“Kemudian ditambah yang kita kirim hari ini. Jadi total semua ada 566 santri yang kita tangani secara keseluruhan. Sejauh ini semua kondisinya stabil. Semoga dalam waktu cepat anak-anak bisa kembali membaik semua,” ujar Subandi saat di pesantren yang berada di Tanggulangin, Sidoarjo.
Ratusan santri tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Selasa siang. Mereka mulanya mengalami sejumlah keluhan, seperti mual, sakit perut, muntah, dan pusing.
Kondisi para santri berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala ringan, sementara sebagian lainnya berada dalam kondisi cukup parah hingga lemas dan membutuhkan perawatan intensif.
Baca juga: Sosok Pemilik SPPG yang Buat 512 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG Disorot, DPR: Harus Ditindak Tegas
Dugaan keracunan tersebut tidak hanya dialami para santri. Sejumlah guru di SMP dan SMA di pesantren tersebut juga mengalami keluhan serupa setelah ikut mengonsumsi MBG.
Ada sekitar 10 guru yang mengeluhkan kondisi yang sama. Sebagian di antaranya juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit.