Viral Kopdes Cigobang Disebut di Tengah Makam, Kades Bantah dan Ungkap Fakta Sebenarnya
Lailatun Niqmah September 02, 2026 03:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Fakta viral soal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cigobang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang disebut berdiri di tengah area pemakaman akhirnya mendapat penjelasan.

Gedung KDMP Desa Cigobang memang berada tepat berhadapan dengan area pemakaman umum, tetapi bangunan tersebut tidak berdiri di tengah area makam.

Dilansir TribunWow.com dari TribunCirebon.com, pada Selasa (1/9/2026), hasil pengecekan langsung di lokasi menunjukkan terdapat jalan utama desa yang menjadi pembatas antara area pemakaman dengan gedung koperasi.

Baca juga: Viral Rumah di Nepal Selamat dari Banjir Bandang, Ini Penyebabnya

Jarak antara area makam dengan gedung koperasi diperkirakan sekitar 50 meter.

Di sekitar gedung koperasi juga terdapat rumah penduduk dan fasilitas umum berupa gedung sekolah.

Sementara itu, jalan yang terlihat dalam video viral merupakan jalan setapak yang berada di dalam atau menuju area pemakaman dan berbeda dengan jalan utama desa di depan gedung koperasi.

Dari jalan setapak tersebut, gedung koperasi memang terlihat berada di bagian belakang area pemakaman sehingga menimbulkan kesan seolah-olah bangunan berada di dalam kompleks makam.

Baca juga: Siswa SD Seberangi Waduk Saguling Pakai Rakit demi Pangkas Jarak, setelah Viral Kini Sudah Dipatok

Kades Bantah Kopdes Berada di Area Makam

Kepala Desa atau Kuwu Cigobang, Muhamad Abdul Zei, sebelumnya membantah narasi yang menyebut gedung KDMP berada di dalam area permakaman.

Dilansir oleh Kompas.com, pada Senin (31/8/2026), Abdul Zei menegaskan bahwa akses utama menuju gedung koperasi tidak melalui area pemakaman.

"Sangat salah besar kalau dibilang akses utama masuk ke KDMP Desa Cigobang lewat pemakaman, dan lokasinya pun tidak di dalam areal pemakaman," tegas Abdul Zei saat ditemui Kompas.com di kantornya, Senin (31/8/2026) siang.

Abdul Zei menjelaskan, jalan yang terlihat dalam video memang berada di sekitar kawasan permakaman, tetapi jalan tersebut bukan akses utama menuju gedung koperasi.

Menurutnya, jalur tersebut merupakan jalan alternatif desa menuju permakaman dan ukurannya terbatas sehingga hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Sementara akses utama menuju gedung KDMP berada tepat di bagian depan bangunan.

Jalan tersebut menghubungkan antarblok permukiman dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Lokasinya memang dekat pemakaman karena itu lahan yang paling dekat dengan pemukiman warga, tapi bukan di dalam area pemakaman. Hasil musyawarah menyepakati bahwa di situlah tempat paling strategis. Tetapi sama sekali tidak menyulitkan warga, justru aksesnya sangat gampang dan di depan jalan utama," tambahnya.

Video Viral Perlihatkan Jalan di Antara Makam

Polemik bermula setelah video berdurasi sekitar 43 hingga 44 detik beredar di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @pardi_syahri sebelum tersebar ulang di sejumlah akun media sosial.

Dalam rekaman tersebut, seorang warga terlihat mengendarai sepeda motor melewati jalan kecil yang membelah kompleks permakaman umum.

Jalan itu kemudian mengarah ke bangunan KDMP Desa Cigobang.

Perekam video terdengar terkejut ketika melihat bangunan tersebut.

"Demi apa ini Kopdes ada di kuburan, guys! Aku mah enggak expect banget, di luar nurul (akal) ya," kata perekam video.

Rekaman tersebut memperlihatkan kamera bergerak dari jalan setapak di kawasan makam hingga mengarah ke gedung koperasi.

Pada bagian depan bangunan terlihat sejumlah pintu besi atau rolling door berwarna merah.

Di dinding bangunan juga terlihat tulisan "KOPDES KEL MERAH PUTIH - KOPERASI MERAH PUTIH DESA CIGOBANG".

"Duh apa ini Kopdes... Kopdes ada di kuburan guys...," ujar perempuan yang merekam video tersebut.

Lokasi Dipilih Melalui Musyawarah Desa

Terkait lokasi pembangunan, Abdul Zei mengatakan lahan tersebut dipilih melalui musyawarah desa.

Lahan yang digunakan merupakan tanah kas desa yang disepakati pemerintah desa bersama pengurus koperasi.

Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis, terutama karena berada dekat dengan permukiman warga.

Bangunan koperasi juga berada di sekitar sekolah dan tidak jauh dari jalan poros desa.

Jalan tersebut menghubungkan kawasan permukiman dengan area pertanian yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah desa menilai posisi tersebut memudahkan warga mengakses koperasi dibandingkan jika bangunan ditempatkan di lokasi lain yang lebih jauh dari permukiman.

Kedekatan dengan area pemakaman, menurut Abdul Zei, tidak berarti gedung koperasi dibangun di dalam kawasan makam.

Pembangunan Capai 95 Persen

Di tengah viralnya persoalan lokasi tersebut, pembangunan fisik gedung KDMP Desa Cigobang telah mencapai sekitar 95 persen.

Pemerintah desa juga telah menerima sejumlah fasilitas pendukung untuk operasional koperasi.

Fasilitas tersebut termasuk sarana penyimpanan barang dan kendaraan operasional.

Meski pembangunan hampir selesai, pemerintah Desa Cigobang belum dapat memastikan waktu peluncuran resmi KDMP.

Pemerintah Desa Cigobang masih menunggu keputusan dari PT Agrinas terkait jadwal peresmian atau launching koperasi tersebut.

Hasil pengecekan terbaru menunjukkan gedung KDMP Cigobang memang berada di depan atau berhadapan dengan area pemakaman, tetapi tidak berada di tengah-tengah makam.

Jalan utama desa menjadi pembatas antara kompleks pemakaman dengan bangunan koperasi, sedangkan jalur yang terlihat dalam video viral merupakan jalan setapak di kawasan pemakaman.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Ayesha Safwa Chacyrra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.