Aksi Sherina Munaf Terjun Langsung Padamkan Api Karhutla di Kalimantan, Kawal Habitat Orangutan
Weni Wahyuny September 02, 2026 04:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM — Musisi dan aktivis lingkungan Sherina Munaf turun langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap satwa liar.

Pengalaman suram tersebut dirasakannya bahkan sejak penerbangan menuju lokasi.

Dalam unggahan kolaborasi akun Sherina dan Pawerfulvoices pada Rabu (2/9/2026), Sherina menceritakan bahwa penerbangannya dari Jakarta sempat mengalami penundaan (delay) akibat terbatasnya jarak pandang di bandara tujuan akibat kabut asap pekat.

Baca juga: Curhat Istri Gubernur Kalteng di Tengah Hujatan Ucapan Ultah OPD saat Karhutla: Kita Difitnah

Pekatnya dampak kebakaran hutan kian terasa saat pesawat yang ditumpanginya mulai melakukan proses pendaratan (descending). 

"Berangkat dari Jakarta seharusnya jam sebelas lebih lima belas boarding, cuma delay ada kesulitan visibilitas. Jadi asap tebal sekali dikhawatirkan nanti ketika landing susah gitu visibilitasnya," ujar Sherina mengawali ceritanya, dikutip Tribunsumsel.com.

Sherina Munaf terjun ke lapangan melakukan rewetting (pembasahan) lahan gambu
TINJAU KARHUTLA - Sherina Munaf terjun ke lapangan melakukan rewetting (pembasahan) lahan gambut akibat Karhutla bersama petugas dan mahasiswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sherina menuturkan bahwa pemandangan tebal di luar jendela bukan lagi awan biasa, melainkan kabut asap yang menyengat hingga menembus kabin pesawat.

"Dan ketika mulai descending untuk landing itu mulai tuh mulai keruh mulai keruh sampai akhirnya enggak kelihatan apa-apa dan itu bukan awan itu adalah asap dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal. Baru agak kelihatan lagi visible Kalimantan dari atas itu ketika mendekati ground ketika mendekati atap-atap tapi sebelumnya itu benar-benar asap, asap, asap," ungkapnya secara gamblang.

Setibanya di Palangka Raya, Sherina bergerak cepat menemui para petugas dan relawan penanganan karhutla.

"Lalu kita langsung ke Dinas Kehutanan bertemu dengan teman-teman yang bekerja susah payah ikut memadamkan api. Aku memberikan semangat dan juga beberapa bantuan logistik bersama BOSF. Selain dari itu kita juga ke BKSDA untuk koordinasi dengan tim BKSDA dan tim pemadam titik mana yang akan mereka kunjungi besok," jelas Sherina.

Dalam perjalanan, ia juga menyaksikan langsung bagaimana sisa-sisa titik kebakaran masih menyimpan potensi bahaya besar bagi lingkungan sekitar.

"Jadi aku melihat api yang sekecil itu aja impact asapnya udah parah banget dan aku enggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari," tambahnya.

Selama berada di Kalimantan Tengah, Sherina telah menyusun sejumlah agenda peninjauan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan satwa liar dilindungi seperti orangutan.

"Hari ini kita istirahat besok rencananya jadwalnya kita bangun pagi akan ke Nyaru Menteng ke pusat rehabilitasi BOSF untuk melihat sekolah hutan bagaimana beroperasi di kala seperti ini. Kadang-kadangnya terdampak asap itu seperti apa dan kira-kira tindakan preventif apa saja yang tim BOSF lakukan untuk mengamankan dua ratus individu orang utan yang ada di sana," papar Sherina.

Baca juga: Karhutla Melahap 2 Hektare Lahan di Desa Batun OKI, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Tak sekadar meninjau dan menyalurkan bantuan, Sherina terlihat ikut terjun langsung ke lokasi hutan melakukan rewetting atau proses pembasahan atau pengembalian kelembapan kembali  bersama petugas dan mahasiswa untuk menyemprotkan air memadamkan sisa-sisa bara api di lahan tanah gambut yang berasap tebal.

Tak berhenti di situ, aksinya berlanjut hingga ke titik lokasi pemadaman yang tergolong rawan dan berisiko tinggi di Tambore.

"Lalu kita akan bersama Dinas Kehutanan untuk ketemu dengan tim dan memberi bantuan logistik dan semangat. Baru sore jam tiga kita akan berangkat ke Tambore dan itu sekitar dua setengah jam dari Palangkaraya.

Di situ yang memang bermasalah banget apinya kayak dipadamkan terus nanti muncul lagi. Kita akan menyaksikan upaya para pemadam membuat sumur sampai jam tiga pagi. Kita akan melihat itu semua besok," pungkasnya.

Sherina sempat membagikan suasana ketika bertemu dengan orangutan.

Ia juga menggalang donasi bersama Powerful Voices dan mengunjungi Sekolah Hutan Orangutan Nyaru Menteng milik Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Sherina memperlihatkan kondisi sekolah orangutan yang masih berasap.

"Para orangutan perlu tetap sekolah untuk mengasah kemampuan siap liar," jelasnya.

Selain aksi pemadaman di lapangan, Sherina bersama tim  BOSF juga menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Palangka Raya (UPR) pada Rabu (2/9/2026).

Kolaborasi strategis ini difokuskan pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat guna mendukung konservasi orangutan serta ekosistemnya di Kalimantan Tengah.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.