Jakarta (ANTARA) -
Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kabupaten Kepulauan Seribu mengajak masyarakat terlibat dalam pengembangan inovasi dan teknologi tepat guna untuk meningkatkan pemberdayaan serta perekonomian masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan Temu Inovator dan Gelar Produk Hasil Binaan Teknologi Tepat Guna di Kabupaten Kepulauan Seribu.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat dan para inovator untuk berbagi pengetahuan sekaligus menggali potensi inovasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah,” kata Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu Simon Baginda Panjaitan di Jakarta, Rabu.
Simon mengatakan kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, menggali potensi inovasi, sekaligus membangun kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Kepulauan Seribu.
Potensi sumber daya laut Kepulauan Seribu dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi, termasuk pengolahan ikan, rumput laut dan hasil kelautan lainnya.
Menurut dia potensi yang dimiliki Kepulauan Seribu harus terus didorong agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Salah satunya melalui inovasi dalam pengolahan hasil laut sehingga dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing," katanya.
Ia menambahkan Sudin PPAPP Kepulauan Seribu akan mendorong pendataan UMKM dan calon start up potensial, pendampingan penyusunan proposal pendanaan, serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah dan dunia usaha.
"Kami akan terus mendorong kolaborasi dan pendampingan agar potensi inovasi yang ada dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tandasnya.
Dalam kegiatan ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan materi mengenai Skema Pendanaan Start up BRIN.
Kemudian, terdapat materi mengenai inovasi akar rumput, yakni tentang pengolahan hasil laut untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta juga membahas peluang pengembangan UMKM dan start up, mulai dari pemanfaatan teknologi untuk mendukung nelayan, pengolahan hasil perikanan, peningkatan kualitas produk, pengemasan hingga pemasaran.





