TRIBUNSUMSEL.COM - Bulan September merupakan bulan istimewa bagi organisasi Palang Merah Indonesia (PMI), karena pada bulan inilah organisasi tersebut terbentuk pada 1945 atau 81 tahun lalu.
Ada dua tanggal penting di bulan September sehubungan dengan lahirnya PMI.
Tanggal 3 September 1945 adalah hari diusulkannya pembentukan Palang Merah Nasional oleh Soekarno, Presiden Indonesia masa itu.
Sedangkan 17 September 1945 hari resmi resmi terbentuk Badan Palembang Merah Indonesia (PMI) diketuai Drs Moh Hatta, Wakil Presiden Indonesia masa itu.
Di antara cara untuk memberikan apresiasi kepada insan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) adalah melalui ucapan dan semakin spesial jika ucapan berupa pantu.
Kumpulan pantun tentang PMI diolah dari sejumlah sumber dibantu kecerdasan buatan diakses Rabu, 2 September 2026.
Pantun 1
Pergi ke pasar membeli kencur,
Pulangnya singgah membeli beras.
Jiwa kemanusiaan tak pernah hancur,
Relawan PMI selalu bekerja keras.
Pantun 2
Mekar indah si bunga mawar,
Tumbuh subur di samping halaman.
Pertolongan PMI terasa tawar,
Hadir memberi rasa aman.
Pantun 3
Ke kota tua naik kereta,
Duduk santai sambil membaca.
Setetes darah dari kita,
Menyambung asa sesama bangsa.
Pantun 4
Menatap langit berwarna biru,
Sambil menikmati hangatnya teh.
Peringatan PMI kembali menyeru,
Aksi kemanusiaan tak pernah letih.
Pantun 5
Pohon rindang di tepi jalan,
Tempat berteduh saat hujan turun.
Terima kasih wahai relawan,
Jasa PMI dikenang bertahun-tahun.
Pantun 6
Membeli kain berwarna merah,
Untuk dijahit menjadi baju.
Mari bersama donor darah,
Bantu sesama agar sehat selalu.
Pantun 7
Buah mangga manis rasanya,
Dipetik satu di sore hari.
PMI hadir untuk Indonesia,
Siap membantu sepenuh hati.
Pantun 8
Berlayar jauh kapal samudra,
Nakhoda tangguh tak kenal lelah.
Seragam merah simbol penolong jiwa,
PMI mengabdi tanpa pernah menyerah.
Pantun 9
Mentari pagi menyapa hangat,
Burung berkicau di atas dahan.
Relawan PMI selalu semangat,
Memberi bantuan tanpa perbedaan.
Pantun 10
Pergi berlibur ke Rumah Gadang,
Pemandangan indah sungguh memikat.
Saat bencana dan duka datang,
PMI sigap membantu masyarakat.
Pantun 11
Makan rambutan bersama teman,
Bijinya dibuang di tepi jalan.
Tolong-menolong jadi pedoman,
PMI garda terdepan kemanusiaan.
Pantun 12
Warna hijau daun selasih,
Harum baunya di malam hari.
Untuk relawan terima kasih,
Pengabdianmu tulus tak terperi.
Pantun 13
Menganyam bambu menjadi keranjang,
Diikat kuat agar tak terbelah.
Sejarah PMI sangatlah panjang,
Warisan luhur para pendiri bangsa.
Pantun 14
Beli selendang berbahan katun,
Dipakai indah di hari raya.
Mari sambut Hari PMI dengan pantun,
Sebarkan kebaikan ke mana saja.
Pantun 15
Gadis jelita memakai sanggul,
Tersenyum ramah menyapa tetangga.
PMI selalu hadir dan unggul,
Pahlawan kemanusiaan kebanggaan negara.
Pantun 16
Pergi pagi membawa bekal,
Singgah sebentar membeli roti.
PMI hadir tanpa mengenal,
Menolong sesama sepenuh hati.
Pantun 17
Bunga melati tumbuh berseri,
Harum semerbak di pagi hari.
Relawan PMI berhati suci,
Mengabdi tulus menolong negeri.
Pantun 18
Naik sepeda ke Kota Baru,
Mampir sebentar membeli jamu.
PMI selalu membantu,
Untuk kemanusiaan tanpa ragu.
Pantun 19
Burung merpati terbang tinggi,
Hinggap sebentar di atas dahan.
PMI mengabdi sepenuh hati,
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Pantun 20
Ke pasar pagi membeli pepaya,
Pulang membawa bunga kenanga.
Terima kasih relawan semuanya,
Atas pengabdian untuk sesama.
Pantun 21
Jalan-jalan ke tepi taman,
Melihat bunga tumbuh berjajar.
PMI bergerak demi kemanusiaan,
Membantu warga tanpa gentar.
Pantun 22
Pagi hari minum jamu,
Duduk santai bersama teman.
PMI hadir membantu,
Menjadi pelita dalam kemanusiaan.
Pantun 23
Pergi ke sawah membawa cangkul,
Singgah sebentar di rumah paman.
Relawan PMI pantang mengeluh,
Mengutamakan jiwa dan kemanusiaan.
Pantun 24
Naik perahu menuju seberang,
Membawa bekal dalam keranjang.
PMI selalu siap berjuang,
Membantu korban yang membutuhkan pertolongan.
Pantun 25
Pohon mangga tumbuh berjajar,
Buahnya ranum manis terasa.
PMI terus memberikan layanan,
Dengan kepedulian untuk sesama.
Pantun 26
Ke kebun memetik melati,
Melihat kupu-kupu terbang ke taman.
Hormati relawan sepenuh hati,
Atas pengabdian demi kemanusiaan.
Pantun 27
Matahari terbit membawa cahaya,
Burung berkicau di atas dahan.
PMI menjadi bagian berharga,
Dalam gerakan membantu kemanusiaan.
Pantun 28
Membeli kain berwarna merah,
Dijahit rapi menjadi pakaian.
PMI bekerja dengan penuh amanah,
Mengabdi untuk kepentingan kemanusiaan.
Pantun 29
Pergi ke kota membeli buku,
Buku dibaca bersama teman.
Terima kasih PMI selalu,
Atas kepedulian dan pengorbanan.
Pantun 30
Bunga mawar tumbuh berduri,
Mekar indah di pagi hari.
Selamat Hari PMI,
Teruslah mengabdi untuk negeri.
Demikian 30 Pantun tentang PMI, Apresiasi Aksi Kemanusiaan Relawan Palang Merah Indonesia.
Baca juga: Hari Palang Merah Indonesia Diperingati 3 September, Beda dengan Hari Palang Merah Nasional
Baca juga: 35 Ucapan Hari Palang Merah Indonesia 2026, Apresiasi Relawan Garis Depan Aksi Kemanusiaan
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com