TRIBUNMANADO.CO.ID, Tondano - Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang ikut panen bawang merah di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, Rabu (2/9/2026).
Jarak antara Desa Winebetan dengan Kantor Bupati Minahasa kurang lebih 23 kilometer dan dapat ditempuh sekira 45 menit dengan kendaraan bermotor.
Bawang merah yang dipanen adalah milik Kelompok Tani Tumoutou yang diketuai oleh Janji Kereh. Kelompok tani tersebut sudah beberapa kali panen.
Saat melakukan panen, nampak hadir juga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Purwanto, Kepala Dinas Perdagangan Lona Wattie, Kepala Dinas Pangan Maya Kainde, Kepala Dinas Pertanian Cristiene Tampanguma, para Camat se-Langowan Raya, Hukum Tua, Para Penyuluh, serta kelompok tani se-Langowan.
Panen tersebut merupakan implementasi hasil capacity building bagi para petani setelah melakukan kunjungan belajar ke Enrekang, Sulawesi Selatan.
Panen bawang merah tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan sektor pertanian sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan di Kabupaten Minahasa.
Komoditas hortikultura ini juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
Kehadiran Bank Indonesia menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat produksi komoditas pangan lokal.
Wabup Vanda Sarundajang menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia yang telah memfasilitasi kunjungan para petani ke Enrekang.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa kami memberikan apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia yang telah memfasilitasi kunjungan para petani. Kami bersyukur melalui adopsi ilmu saat belajar di Enrekang, para petani sudah bisa berhasil meningkatkan produksi bawang merah,” ujarnya.
Ia berharap Kabupaten Minahasa ke depan bisa menjadi sentra pertanian bawang merah.
“Kami berharap setelah panen ini kegiatan akan berkesinambungan. Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, mudah-mudahan produksi dari Minahasa juga bisa dipasarkan keluar daerah, seperti yang sudah dilakukan Enrekang. Tentunya ini juga untuk meningkatkan pemasarannya,” kata wabup kelahiran 11 Agustus 1974 ini.
Ia juga meminta dukungan fasilitas alat pertanian.
“Kalau bisa juga difasilitasi alat pertanian seperti sprayer agar dapat meningkatkan produksi pertanian yang ada. Kalau berbicara teknologi pertanian, kita juga akan memberikan bantuan,” ujarnya.
Orang nomor dua di Minahasa ini menegaskan Pemkab Minahasa akan terus memotivasi petani agar tetap bertani dan beralih menjadi petani modern.
“Sampai nanti kita dapat mewujudkan ketahanan pangan. Ke depan tentunya kita bersama-sama. Nantinya kita akan berdialog dan berusaha membantu berdialog langsung dengan kementerian terkait,” kata mantan Anggota DPR RI ini.
Dengan adanya panen ini, Pemkab Minahasa bersama Bank Indonesia optimis produksi hortikultura di daerah bisa terus meningkat dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Sulawesi Utara.
Usai panen, Vanda Sarundajang juga mengunjungi lokasi tempat benih bawang merah di Desa Taraitak, Langowan Utara, Minahasa.
Penguatan produksi dari tingkat petani diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan terhadap harga komoditas pangan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong pengembangan sektor pertanian dengan mengoptimalkan potensi daerah dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Produksi hortikultura seperti bawang merah menjadi salah satu bagian penting dalam strategi menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
Panen bawang tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan pangan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi membutuhkan kerja nyata di tingkat petani.
(TribunManado.co.id/Amg)