Viral Aksi Bule Pegang Botol Bir Sambil Kendarai Motor Buat Geram Tokoh Setempat
Desy Selviany September 02, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Viral aksi warga negara asing (WNA) di Canggu, Bali ugal-ugalan sambil memegang botol bir di kendaraan sepeda motor.

Video WNA yang pegang botol bir saat berkendara itu dibagikan anggota DPD RI sekaligus tokoh Bali Niluh Djelantik di instagramnya Selasa (1/9/2026).

Dalam video terlihat pria dan wanita bule berboncengan. Wanita yang diboncengi terlihat memegang botol bir.

Sepanjang perjalanan di By Pass Canggu pengemudi motor itu terus berjalan zig-zag hingga membuat pengendara lain risih.

Bahkan kedua bule tersebut nekat lawan arah hingga akhirnya ditegur warga.

Bukannya sadar saat ditegur pengendara motor lain, bule itu pun tidak terima dan balas menantang. 

Peristiwa ini membuat geram anggota DPD RI asal Bali, Niluh Djelantik.

Niluh Djelantik kemudian meminta aparat kepolisian menindaklanjuti kejadian tersebut. 

Melalui unggahan media sosialnya, ia meminta Ditlantas Bali, Polda Bali, Polres Badung, dan Polresta Denpasar mengamankan kedua WNA serta memprosesnya sesuai aturan hukum.

Ia juga meminta pihak Imigrasi tidak langsung menjatuhkan deportasi sebelum proses penanganan hukum dilakukan. 

Baca juga: Detik-detik Pria Tersambar Petir Masih Bisa Bangkit dan Berjalan

Niluh meminta agar keberadaan kedua WNA tersebut dipastikan dan dicegah melarikan diri jika memang diperlukan sesuai ketentuan.

Sebagai orang Bali, Niluh tidak sudi apabila warga Bali harus mengeluarkan dana untuk Upacara Mecaru karena kecelakaan yang disebabkan ugal-ugalan bule tersebut. 

Upacara mecaru adalah ritual suci umat Hindu Bali yang bertujuan untuk menyucikan lingkungan dan menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Belum lagi uang pajak rakyat dipakai untuk kremasi pelaku apabila mengalami kecelakaan di jalan. 

Sebagai informasi kedua pelaku terlihat tidak mengenakan helm saat melintas di Jalan Raya.

“Akibat kelakuan kayak gini, warga Bali yang pusing membiayai upacara mecaru, uang pajak rakyat buat kremasi kedua jenazah mereka. Kalau mereka hidup dan gegar otak, teman-temannya bakal galang dana gofundme cari donasi buat repatriasi,” jelasnya.

Tokoh Bali itu bahkan menyebut turis seperti layaknya sampah yang harus dibasmi. 

Niluh meminta pihak terkait untuk menyeleksi turis yang jauh lebih berkualitas untuk Bali.

“Apapun yang terjadi, kita yang bakalan dirugikan. Basmi saja sudah bule-bule hama ini. Kita tidak perlu turis sampah. Terimakasih dan selamat bertugas,” bebernya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.