TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bagi Nelly Kusnandar, dunia pelatihan komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bukanlah panggung untuk sekadar berpidato di hadapan khalayak.
Bagi Co-Owner Kibarnesia yang juga beraktivitas sebagai coach, trainer, dan konsultan SDM ini, kemampuan berkomunikasi adalah alat pengungkit potensi diri sekaligus fondasi penting dalam membangun performa sebuah organisasi.
Lahir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, perjalanan profesional Nelly ditempa oleh pengalaman panjang di ekosistem korporasi multinasional sejak 2013.
Berbagai dinamika pekerjaan, mulai dari mengejar target, memimpin tim, hingga menghadapi beragam karakter di dunia kerja, menjadi kawah candradimuka yang membentuk pemahamannya tentang manusia.
Titik balik kariernya terjadi saat tugas lapangan membawanya ke Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada 2021. Di kota ini, interaksinya dengan para mentor membuka cara pandang baru.
Akrab disapa Coach Nelly, ia mengamati fakta di lapangan bahwa banyak profesional memiliki kemampuan teknis unggul, namun langkah kariernya tertahan karena kesulitan menyampaikan gagasan, memimpin, atau membangun hubungan antarpersonal.
• Kasat Lantas Polres Sekadau Polda Kalbar Pimpin Latihan Public Speaking dan Public Relation
Kesadaran tersebut mendorongnya mengambil keputusan besar pada 2022 yakni melepaskan status sebagai karyawan korporasi dan melangkah ke dunia usaha sebagai salah satu pemilik Kibarnesia.
Bukan Sekedar Balik Kampung
Kibarnesia adalah perusahaan konsultan komunikasi, SDM, karier, dan bisnis yang berdiri sejak 2010 tersebut berpusat di Kota Pontianak dan telah memiliki jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Dari Kota Khatulistiwa inilah Nelly mengepakkan sayapnya sebagai entrepreneur, coach, dan konsultan SDM. Menariknya, rekam jejak tersebut kini juga membawanya kembali ke tanah kelahirannya di Bone.
Ia rutin hadir tidak sekadar untuk pulang kampung, melainkan membawa kapasitas dan pengalaman profesional untuk membangun kualitas SDM di daerah asalnya.
Redefinisi Komunikasi dan Kesiapan Panggung melalui sekolah Public Speaking by Kibarnesia, Nelly kerap meluruskan pandangan keliru masyarakat yang menganggap public speaking hanya dibutuhkan saat seseorang berdiri di panggung besar.
Baginya, public speaking adalah seni berkomunikasi harian untuk menyampaikan pesan secara tepat, meningkatkan citra diri, dan memberikan nilai tambah dalam interaksi sosial.Kompetensi ini dinilainya sangat vital dalam berbagai konteks kehidupan, mulai dari komunikasi kepemimpinan, layanan publik, presentasi profesional, hingga pola komunikasi parenting dalam keluarga.
Ia menegaskan bahwa kendati keaktifan berbicara bisa jadi dipengaruhi karakter bawaan, kemampuan berkomunikasi secara profesional adalah keterampilan yang wajib dilatih secara konsisten hingga menjadi kebiasaan.Menjalani profesi sebagai trainer dan coach diakuinya bukan tanpa tantangan.
Pada awal kariernya, beban terberat yang dirasakannya bukan sekadar rasa gugup di depan kelas, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan materi yang disampaikan benar-benar membawa manfaat dan perubahan nyata bagi peserta.
Prinsip tersebut membuat Nelly enggan mengejar popularitas panggung semata. Menurutnya, hal terpenting sebelum menjadikan public speaking sebagai profesi adalah membangun kapasitas, integritas, dan ketekunan belajar.
Ia meyakini bahwa panggung dan kepercayaan publik akan hadir dengan sendirinya ketika seseorang telah memiliki kapasitas yang pantas.Integritas, Jejak Langkah, dan Sisi HumanisKredibilitas Nelly di dunia pelatihan SDM tidak dibangun dalam ruang kosong.
Tantangan Pertama Kali Mengajar
Ketika ditanya mengenai tantangan terberat saat pertama kali tampil mengajar, Coach Nelly mengungkapkan pandangannya.
"Ketika mulai masuk ke dunia training dan coaching, tantangan terbesar bagi saya ternyata bukan hanya rasa gugup berdiri di depan orang. Ada pertanyaan yang menurut saya jauh lebih berat: 'Apakah yang saya sampaikan benar-benar memberikan manfaat kepada orang yang ada di depan saya?'" ungkap Coach Nelly.
Ia kemudian memahami bahwa pandai berbicara dan mampu mengajar adalah dua hal yang berbeda. Seorang trainer tidak cukup hanya terlihat percaya diri, mempunyai banyak materi, atau mampu membuat kelas menjadi ramai.
"Kita harus memahami siapa yang sedang kita hadapi, apa kebutuhannya, dan apakah setelah kelas selesai ada sesuatu yang benar-benar bisa diterapkan, yang menjadi perubahan besar bagi mereka," lanjutnya.
Kesadaran itulah yang mendorongnya untuk semakin serius mempersiapkan setiap kelas, mulai dari melakukan asesmen kebutuhan, memperbaiki materi, hingga terbuka terhadap feedback dan evaluasi diri.
Bagi Coach Nelly, menjadi seorang trainer atau coach bukanlah soal gelar atau menjadi orang yang paling pintar di dalam ruangan, melainkan bagaimana menciptakan ruang agar orang lain bisa belajar dan berkembang.
Latar belakangnya di dunia korporasi memberikan empati mendalam terhadap situasi yang dihadapi para peserta pelatihannya. Ditambah dengan penguatan sertifikasi profesional, gelar non-akademik, serta pengembangan modul-modul yang terstruktur, Nelly mampu menghadirkan sesi pelatihan yang relevan dan berorientasi pada implementasi nyata.
Perjalanan kariernya pun tak lepas dari hadirnya sosok-sosok penting, salah satunya Coach Alwa Rerizia, Founder Kibarnesia yang menjadi mentor personal sekaligus mitra bisnisnya selama enam tahun terakhir. Selain itu, kedisiplinan dan standar tinggi dari mantan atasan di korporasi, serta ketekunan tim dan klien yang didampinginya, turut membentuk karakter kepemimpinannya saat ini.
Melihat lanskap dunia kerja di Kalimantan Barat, Nelly menilai tantangan terbesar saat ini adalah menyelaraskan kecepatan perubahan teknologi dan dinamika antar-generasi dengan kesiapan manusianya.
Ia menekankan bahwa soft skills dan kemampuan berkomunikasi bukan untuk menggantikan keahlian teknis, melainkan menjadi pembeda utama yang mempercepat akselerasi karier seseorang.Di balik kesibukannya melintasi berbagai kota untuk urusan bisnis dan pelatihan, Nelly tetap menjaga sisi humanis dalam dirinya.
Ia adalah sosok energik yang menyukai olahraga, gemar bermusik, dan hobi mengabadikan momen perjalanan lewat fotografi. Kemampuannya untuk hadir sebagai pribadi yang hangat dan ceria justru menjadi jembatan alami dalam membangun hubungan yang nyaman dengan orang lain.
Kini, Nelly memaknai perannya bukan sekadar sebagai pengajar, melainkan bagian dari misi besar menciptakan SDM yang adaptif dan berdaya saing. Memaknai arti smart woman, Nelly percaya bahwa kecerdasan seorang perempuan terletak pada kesadaran mengenali potensi diri, keberanian mengambil keputusan, serta konsistensi untuk terus berkembang di jalan pilihannya masing-masing.
"Jangan pernah berhenti menjadi pembelajar hanya karena suatu hari kita dipercaya menjadi pengajar. Semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk terus memperbaik kualitas diri," tutupnya.
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN