Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pendidikan Dayah menyalurkan bantuan Sound System, Usaha Laundry, dan pengolah Air Minum Reverse Osmosis (RO) kepada sejumlah dayah dan pesantren di kabupaten setempat.
Bantuan sarana dan prasarana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Safaruddin dalam acara Pelatihan Kaderisasi Da'i dan Da'iyah, yang berlangsung di di lantai satu Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Rabu (2/9/2026).
Penyerahan bantuan itu disaksikan oleh Plt Sekda Abdya Amrizal, Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Tgk Junaidi dan sejumlah pimpinan dayah, santri dan santriwati yang mengikuti pelatihan kaderisasi Da'i dan Da'iyah.
Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk Junaidi, mengatakan jumlah sound system yang disalurkan kepada dayah sebanyak 40 unit, ditambah sembilan unit pengolah air minum RO, dan usaha laundry untuk lima dayah.
Tgk Junaidi menjelaskan, bantuan usaha ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana serta mendukung keberlangsungan pendidikan dan pembinaan keagamaan di dayah.
"Kita berharap bantuan ini dapat mendukung ketersediaan air minum yang layak sekaligus menunjang kebutuhan santri. Begitu juga usaha laundry kita harapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi dayah melalui pengembangan usaha produktif yang dapat dikelola secara berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Bupati Abdya, Safaruddin meminta Dinas Pendidikan Dayah untuk terus melahirkan inovasi dan program yang mampu mendorong kemandirian ekonomi lingkungan dayah di wilayah setempat.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang dialokasikan pemerintah daerah tidak boleh hanya sebatas penyaluran hibah fisik atau dana semata, melainkan harus menyentuh program ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Baca juga: Bupati Safaruddin: Masyarakat Harus Hadir Untuk Memberikan Dukungan kepada Lansia dan Disabilitas
Safaruddin mengatakan, penguatan dayah ke depan harus diarahkan pada program yang mampu menciptakan kemandirian dan meningkatkan perekonomian lembaga pendidikan keagamaan.
"Ciptakan agar dayah tidak lagi mengantar proposal, tapi dayah sudah berdaya secara ekonomi. Jangan setengah-setengah memberikan bantuan," ujar Safaruddin.
Ia menerangkan, intervensi pemerintah hendaknya diberikan secara maksimal dan terencana.
Bantuan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk pembentukan koperasi unit dayah hingga penyediaan pelatihan keterampilan bagi para santri guna membekali mereka dengan keahlian yang siap pakai.
Terkait mekanisme penyaluran, kata Safaruddin, Pemkab Abdya akan menerapkan skala prioritas.
Dayah yang memiliki perkembangan pesat, jumlah santri yang signifikan, serta menyediakan fasilitas pemondokan akan diprioritaskan untuk menerima bantuan program ekonomi produktif tersebut.
Di samping itu, Safaruddin menegaskan bahwa aspek politik tidak akan menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan pembangunan daerah.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari komitmennya sebagai Bupati Abdya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas.
"Jika dayah yang dibantu ini meskipun secara politik pada Pilkada tidak memilih Safaruddin-Zaman Akli, bagi saya itu harus dimaklumi. Karena yang saya bantu hari ini adalah masyarakat Abdya, bukan kelompok Arah Baru Abdya Maju saja. Ini bagian dari komitmen, keteguhan, dan ketulusan hati saya untuk Abdya," pungkas Safaruddin. (*)