TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Kalimantan Barat (Kalbar) hari ini, Kamis 3 September 2026.
Sebanyak 11 kabupaten/kota diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat.
Ketapang dan Kayong Utara menjadi sorotan karena berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.
Selain itu, Landak, Bengkayang, Sanggau, dan Mempawah diperkirakan diguyur hujan sedang.
Sementara Pontianak dan Kubu Raya relatif cerah berawan namun tetap berisiko kabut asap.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi genangan, banjir lokal, serta dampak kabut asap yang masih menyelimuti sebagian wilayah Kalbar.
Berikut daftar daerah Kalbar berpotensi hujan hari ini 3 September 2026 dilansir dari situs bmkg.go.id:
• Hujan Diprediksi Turun Awal September, Penanganan Karhutla di Kalbar Terus Dimaksimalkan
Hujan Lebat
Ketapang = suhu 24–32°C, kelembapan 80–95 persen
Kayong Utara = suhu 24–31°C, kelembapan 85–95 persen
Landak = suhu 23–30°C, kelembapan 85–95 persen
Sintang = suhu 23–30°C, kelembapan 85–95 persen
Hujan Sedang
Sanggau = suhu 23–30°C, kelembapan 85–95 persen
Mempawah = suhu 24–31°C, kelembapan 80–95 persen
Sekadau = suhu 23–31°C, kelembapan 80–90 persen
• Hujan Tak Kunjung Turun, Warga Selimbau Gelar Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap
Hujan Ringan
Melawi = suhu 23–31°C, kelembapan 80–90 persen
Kapuas Hulu = suhu 23–30°C, kelembapan 80–90 persen
Sambas = suhu 24–31°C, kelembapan 80–90 persen
Cerah
Singkawang = suhu 25–31°C, kelembapan 75–85 persen
Pontianak = suhu 25–32°C, kelembapan 75–90 persen
Kubu Raya = suhu 25–31°C, kelembapan 80–90 persen
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus mengoptimalkan operasi udara water bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan apabila tidak terdapat bibit awan yang memenuhi syarat.
Pasalnya, pelaksanaan TMC sangat bergantung pada ketersediaan awan potensial yang dapat menjadi media penyemaian garam (NaCl).
“OMC atau TMC tergantung pada bibit awan. Kalau tidak ada awan, tidak bisa dilakukan penyemaian. Berdasarkan perkiraan BMKG, mudah-mudahan pada 3 hingga 9 September ada peluang hujan,” ujar Norsan usai meninjau lokasi kebakaran lahan di Kawasan Sekunder C, Kubu Raya, Selasa 2 September 2026.
Norsan mengatakan salah satu wilayah yang saat ini menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla adalah Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, kepulan asap yang sangat pekat sempat menghambat pelaksanaan water bombing, sehingga pemadaman dari udara belum dapat dilakukan secara optimal.
“Yang paling parah sekarang titik api di Ketapang. Kemarin water bombing tidak bisa dilakukan karena asap sangat pekat. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa dilakukan,” ujarnya. (*)