Daftar 11 Daerah di Kalimantan Barat Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini 3 September 2026
Faiz Iqbal Maulid September 03, 2026 05:24 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Kalimantan Barat (Kalbar) hari ini, Kamis 3 September 2026.

Sebanyak 11 kabupaten/kota diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat.

Ketapang dan Kayong Utara menjadi sorotan karena berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.

Selain itu, Landak, Bengkayang, Sanggau, dan Mempawah diperkirakan diguyur hujan sedang.

Sementara Pontianak dan Kubu Raya relatif cerah berawan namun tetap berisiko kabut asap. 

BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi genangan, banjir lokal, serta dampak kabut asap yang masih menyelimuti sebagian wilayah Kalbar.

Berikut daftar daerah Kalbar berpotensi hujan hari ini 3 September 2026 dilansir dari situs bmkg.go.id:

• Hujan Diprediksi Turun Awal September, Penanganan Karhutla di Kalbar Terus Dimaksimalkan 

Daftar Daerah Kalbar Berpotensi Hujan 3 September 2026

Hujan Lebat

Ketapang = suhu 24–32°C, kelembapan 80–95 persen

Kayong Utara = suhu 24–31°C, kelembapan 85–95 persen

Landak = suhu 23–30°C, kelembapan 85–95 persen

Sintang = suhu 23–30°C, kelembapan 85–95 persen

Hujan Sedang

Sanggau = suhu 23–30°C, kelembapan 85–95 persen

Mempawah = suhu 24–31°C, kelembapan 80–95 persen

Sekadau  = suhu 23–31°C, kelembapan 80–90 persen

• Hujan Tak Kunjung Turun, Warga Selimbau Gelar Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap

Hujan Ringan

Melawi = suhu 23–31°C, kelembapan 80–90 persen

Kapuas Hulu = suhu 23–30°C, kelembapan 80–90 persen

Sambas = suhu 24–31°C, kelembapan 80–90 persen 

Cerah 

Singkawang = suhu 25–31°C, kelembapan 75–85 persen

Pontianak = suhu 25–32°C, kelembapan 75–90 persen

Kubu Raya = suhu 25–31°C, kelembapan 80–90 persen

Pemprov Optimalkan TMC

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus mengoptimalkan operasi udara water bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan apabila tidak terdapat bibit awan yang memenuhi syarat.

Pasalnya, pelaksanaan TMC sangat bergantung pada ketersediaan awan potensial yang dapat menjadi media penyemaian garam (NaCl).

“OMC atau TMC tergantung pada bibit awan. Kalau tidak ada awan, tidak bisa dilakukan penyemaian. Berdasarkan perkiraan BMKG, mudah-mudahan pada 3 hingga 9 September ada peluang hujan,” ujar Norsan usai meninjau lokasi kebakaran lahan di Kawasan Sekunder C, Kubu Raya, Selasa 2 September 2026.

Norsan mengatakan salah satu wilayah yang saat ini menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla adalah Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, kepulan asap yang sangat pekat sempat menghambat pelaksanaan water bombing, sehingga pemadaman dari udara belum dapat dilakukan secara optimal.

“Yang paling parah sekarang titik api di Ketapang. Kemarin water bombing tidak bisa dilakukan karena asap sangat pekat. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa dilakukan,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.