TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Gubernur Jambi, Al Haris (52) memberikan ancaman kepada bupati atau wali kota yang lambat dalam merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masing-masing.
Al Haris mengancam akan memberikan surat peringatan pertama (SP1).
"Kalau ada di antara bupati yang lamban (penanganan karhutla), tidak respons, saya tidak segan memberikan SP1 kepada mereka. Ada satu (kepala daerah), itu rahasia," kata Al Haris, Rabu (2/9/2026).
Bupati Merangin 2018 – 2021 itu mengajak seluruh bupati atau wali kota untuk terus bekerja dalam penanganan karhutla.
Menurut Al Haris, karhutla ini sudah menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
"Kami ingin bupati atau wali kota sebagai Dansatgas di daerah masing-masing bekerja, ini atensi bapak Presiden," ujarnya.
Politikus Partai Amanat Nasioal (PAN) yang juga merupakan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Provinsi Jambi tidak menyebut secara rinci kepala daerah yang dianggap pasif.
Al Haris menekankan penanganan karhutla merupakan masalah kemanusiaan yang wajib dipahami oleh para bupati atau wali kota di Provinsi Jambi.
Apalagi rapat koordinasi penanganan karhutla kali ini membahas berbagai persoalan, seperti aksi pencegahan, pemadaman hingga pendinginan.
"Kami lihat ada beberapa bupati yang hadir, yang lain mana, kecuali paripurna DPRD. Bicara kepentingan, ini rapat kemanusiaan, menyangkut manusia lebih tinggi yang lainnya," katanya.
Baca juga: Satu Bulan Terakhir Karhutla Marak, Tiga Anak Usaha TAP Berjibaku Padamkan Api di Lahan Warga
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi saat pemaparan rapat koordinasi penanganan karhutla di Rumah Dinas Gubernur, sejak 1 Januari - 29 Agustus 2026 jumlah lahan terbakar mencapai 1.776,56 hektare.
Sedangkan, tercatat sebanyak 5.102 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Jambi.
Jumlah itu merupakan hasil pemantauan satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20 sepanjang periode 1 Januari hingga 29 Agustus 2026.
Dari data itu, Muaro Jambi menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 817 titik.
Selanjutnya Sarolangun dengan 703 titik dan Batang Hari sebanyak 693 titik.
Kemudian Tanjung Jabung Barat tercatat 597 hotspot, Tanjung Jabung Timur 558 titik, Tebo 554 titik, Merangin 483 titik, Bungo 327 titik, Kerinci 247 titik dan Kota Jambi 123 titik. Sementara Sungai Penuh tercatat tidak memiliki hotspot.
Baca juga: Pemuda Dayak: Jangan Kambing Hitamkan Masyarakat Adat dalam Persoalan Karhutla di Kalimantan
Selanjutnya, Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan luasan karhutla paling tinggi, mencapai 473,64 hektare.
Disusul Batang Hari 374,50 hektare, Muaro Jambi 325 hektare dan Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare.
Tanjung Jabung Timur tercatat 189,63 hektare, Tebo 96,81 hektare, Bungo 14 hektare dan Merangin 10,3 hektare.
Sementara Kerinci, Sungai Penuh dan Kota Jambi tercatat nihil dalam data luasan karhutla tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan terdapat 10 berkas perkara dengan 10 tersangka perorangan yang ditangani di enam Polres.
Dari 10 tersangka tersebut, Polres Tanjung Jabung Barat menangani perkara terbanyak, yakni lima perkara dengan empat tersangka.
Sementara itu, Polres Muaro Jambi menangani satu perkara dengan tersangka S, seorang pria asal Rukam, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Para tersangka dijerat dengan ketentuan dalam UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.
Baca juga: Pakar Kritik Slow Response Pemerintah Tangani Karhutla Kalimantan: Water Bombing Tak Bisa Ditawar
Berikut daftar 10 tersangka kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi beserta keterangan asal tersangka.
Tanjung Jabung Barat
- JS, warga Muara Danau, Tanjab Barat
- PS, warga Muara Danau, Tanjab Barat
- F, warga Sumatera Utara
- SS, warga Keritang, Provinsi Riau
Muaro Jambi
- S, warga Rukam, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Tanjung Jabung Timur
- S, warga Geragai
Tebo
- H, warga Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo
- Y, warga Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo
Sarolangun
- B, warga Limun, Sarolangun
Merangin
- AA, warga Bangko Barat, Merangin
4.682 Titik Panas Terdeteksi di Jambi
dan
Daftar 10 Tersangka Karhutla di Provinsi Jambi per 29 Agustus 2026