Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Di balik sosoknya yang masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD), Ana Syifaul Millah menyimpan bakat yang tak dimiliki banyak anak seusianya.
Siswi SDIT Al Hidayah Sumenep, Madura ini akrab disapa Syifa mampu mengekspresikan imajinasinya melalui goresan kuas hingga menghasilkan karya-karya yang memikat.
Perjalanan Syifa di dunia seni rupa bukanlah sesuatu yang instan.
Sejak usia dini, putri asal Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi Sumenep itu sudah menunjukkan kegemaran menggambar.
Hobi tersebut perlahan berkembang menjadi bakat yang terus diasah melalui latihan dan berbagai perlombaan.
Baca juga: Ayah di Sumenep Tega Nodai Anak Kandung, Baru Terungkap seusai 5 Tahun, Korban Diancam
Usahanya itu perlahan-lahan mulai membuahkan hasil.
Syifa berhasil menorehkan sejumlah prestasi di bidang seni rupa.
Bahkan, beberapa lukisan hasil karyanya mendapat apresiasi tinggi dan telah menjadi koleksi dua pejabat di Kabupaten Sumenep.
Tak hanya itu, seniman cilik tersebut juga pernah dipercaya mengikuti Pameran Muda-Mudi Sumenep hingga pameran kaligrafi tingkat Madura.
Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga yang semakin memperkaya perjalanan berkesenian Syifa.
Kepercayaan yang diterimanya terus bertambah.
Terbaru, Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), H. Hairil Fajar mempercayakan Syifa untuk melukis tampak depan Gedung BPRS Sumekar.
Tugas itu bukan perkara mudah bagi anak seusianya.
Namun, dengan kesabaran dan ketelatenan, Syifa mampu menyelesaikan lukisan tersebut hingga mendapat apresiasi.
Pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Syifa dan keluarganya, tetapi juga SDIT Al Hidayah Sumenep di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota yang selama ini memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai potensinya.
Di lingkungan sekolah, bakat Syifa mendapat dukungan penuh.
Kepala sekolah bersama para ustadz dan ustazah terus memberikan motivasi, pendampingan, sekaligus kesempatan agar kemampuan seni yang dimilikinya terus berkembang.
Di balik sederet pencapaiannya, Syifa tumbuh dari keluarga sederhana di Desa Saronggi. Keterbatasan ekonomi tak pernah menjadi alasan baginya untuk berhenti bermimpi ataupun berkarya.
Moh. Adi, Ayah Syifa mengaku bakat putrinya sudah terlihat sejak masih kecil. Karena itu, keluarga selalu berusaha memberikan dukungan agar kemampuan tersebut terus berkembang.
"Sejak kecil Syifa memang senang menggambar. Saya terus mendukung dengan mengikutkan di berbagai ajang perlombaan," tutur Moh. Adi pada TribunJatim.com, Rabu (2/9/2026).
Dukungan juga datang dari Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar.
Ia berharap bakat yang dimiliki Syifa tidak berhenti berkembang dan justru semakin menginspirasi anak-anak lain.
"Terus berkarya, terus belajar dan terus menginspirasi. Dengan bakat yang dimilikinya bisa diikuti oleh anak-anak lainnya," pesannya.