TRIBUNPALU.COM - Hemat energi hari ini bukan sekadar urusan menekan tagihan listrik, melainkan investasi nyata untuk kelangsungan hidup generasi mendatang.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan hal tersebut saat membuka kegiatan sosialisasi hemat energi yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Palu, Rabu (2/9/2026).
Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen daerah dalam mendukung target nasional pencapaian 30 persen Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2034 menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Anwar mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah menyimpan potensi sumber daya alam serta mineral yang sangat melimpah untuk menopang transisi energi bersih di tanah air.
Energi terbarukan tak hanya ramah lingkungan dan dapat dipulihkan secara alami, tetapi juga menjadi pasokan energi yang tidak akan habis sekaligus efektif mereduksi emisi gas rumah kaca.
Meski ketersediaan EBT melimpah, tantangan paling mendasar saat ini justru memupuk kesadaran kolektif untuk bijak mengonsumsi energi dari hal-hal terkecil.
Baca juga: Ketua Seruni KMP Bidang IV Sri Suparni Bahlil Dorong Matikan Lampu Saat Siang Hari
"Sosialisasi ini sangat strategis bagi kehidupan kita, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kalau kita berhemat hari ini, sama halnya kita sedang berinvestasi untuk masa depan," kata Anwar di hadapan para pejabat daerah.
Ia mengimbau seluruh bupati dan wali kota yang hadir untuk menjadi duta hemat energi yang aktif mengedukasi warga di wilayah masing-masing.
Menurutnya, tindakan sederhana seperti mematikan lampu yang tidak terpakai harus diubah menjadi kebiasaan massal, baik di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran, sehingga sosialisasi ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.
"Hal-hal kecil sangat penting untuk kita lakukan, misalnya mematikan lampu yang tidak digunakan. Lampu yang kita gunakan itu membutuhkan energi, maka kebiasaan sederhana seperti ini harus terus dibangun," tegasnya.
Dukungan senada juga disuarakan oleh pengurus Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), Sri Suparni Bahlil, yang mengajak masyarakat mengubah pola pikir dengan menjadikan efisiensi energi sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Gerakan ini menegaskan bahwa menjaga keberlanjutan bumi bukan semata beban pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat keluarga.
"Mari jadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup kita. Hemat energi dimulai dari hal-hal kecil dalam keseharian kita," ujar Sri Suparni. (*)