Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, mengatakan gerakan hemat energi harus dimulai dari keluarga dan kebiasaan sehari-hari.
Menurutnya, perempuan khusunya para ibu, memiliki peran penting dalam membangun budaya hemat energi.
Hal itu dikarenakan ibu berada di lingkungan keluarga dan dapat menjadi pengingat bagi seluruh anggota keluarga.
Ia mencontohkan kebiasaan sederhana seperti tidak menyalakan lampu ketika cahaya matahari masih cukup, serta mencabut pengisi daya perangkat elektronik setelah digunakan.
"Mari kita jadikan hemat energi menjadi gaya hidup kita. Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik dan berbagai peralatan secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan," ujarnya.
Istri Menteri ESDM itu menambahkan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) untuk mengambil peran dalam mendukung program pemerintah di bidang energi.
Baca juga: Legislator Hanura Morowali Utara Arief Ibrahim Sayangkan Anak di Ring 1 Tambang Kesulitan Kuliah
"Mari kita dukung program pemerintah pusat dibidang energi, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan serta perluasan akses listrik bagi masyarakat," ucapnyam
Ia berharap sinergi vertikal dari pusat hingga ke daerah itu bisa berkembang menjadi kebiasaan bersama.
"Bagi Sulawesi Tengah, langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemanfaatan sumber daya energi dilakukan secara efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan menuju masa depan energi yang lebih bersih," ujar wanita kelahiran 15 Agustus 1979 itu.
Turut hadir mendampingi anggota Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, antara lain Ibu Menteri Pekerjaan Umum dan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua TP-PKK kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, organisasi perempuan, serta peserta sosialisasi dari berbagai unsur masyarakat. (*)