Persebaya Juara Piala Presiden, Ini Permintaan Bernardo Tavares pada Bonek dan Bonita
Titis Jati Permata September 03, 2026 04:50 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Euforia keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 mulai berhadapan dengan ekspektasi besar menuju Super League 2026/2027.

Bonek dan Bonita tentu berharap trofi pramusim tersebut menjadi awal kebangkitan Persebaya untuk kembali menjadi juara kompetisi liga. 

Namun, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, justru meminta suporter tidak menjadikan target juara sebagai beban bagi para pemain.

Menurut Tavares, perjalanan di Piala Presiden berbeda dengan kompetisi liga yang berlangsung panjang. Ia mengingatkan bahwa Persebaya sudah cukup lama tidak meraih gelar juara liga.

"Kami menang Piala Presiden. Semua orang senang. Itu turnamen yang bagus. Tapi di kompetisi berbeda. Persebaya sudah 22 tahun tanpa kemenangan di Liga Super. Jangan lupakan itu," kata Tavares seusai latihan tim.

Target Persebaya Cukup Satu Pertandingan

Tavares memahami jika keberhasilan di Piala Presiden membuat ekspektasi terhadap Persebaya meningkat.

Namun, ia ingin target tersebut diterjemahkan secara lebih realistis, yakni fokus memenangkan pertandingan demi pertandingan.

"Saya membaca banyak ucapan dari orang-orang, dan orang-orang yang lewat di dekat saya mengatakan kita harus juara, harus menang. Oke, para pemain ingin memenangkan pertandingan berikutnya dan ini harus menjadi targetnya," tambahnya.

Baca juga: Mantan Pelatih Persebaya Iwan Setiawan Meninggal Dunia di Usia 58 Tahun

Pelatih asal Portugal itu menegaskan dirinya tidak pernah menjanjikan gelar juara kepada Persebaya.

"Aku tidak pernah mengatakan itu. Target saya adalah berusaha menjadi lebih baik di pertandingan berikutnya. Berusaha memenangkan pertandingan berikutnya. Dan hanya itu," pungkas Tavares.

Bandingkan Anggaran dengan Rival

Tavares juga meminta suporter melihat kondisi Persebaya secara utuh, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah klub pesaing.

Ia menyebut Persib, Persija, Bhayangkara, Bali United dan sejumlah klub lain memiliki anggaran yang lebih tinggi.

Menurutnya, kekuatan finansial memberikan ruang lebih besar bagi klub untuk mendatangkan pemain dengan harga tinggi, termasuk sejumlah pemain berlabel Timnas Indonesia.

Persib, Persija, Bali United dan Dewa United disebut menjadi klub yang cukup agresif dalam bursa transfer.

"Dan lihat bagaimana kita bisa merekrut pemain. Saya tidak mengatakan bahwa pemain kami tidak berkualitas. Tidak, saya tidak mengatakan itu. Yang ingin saya sampaikan, tolong jangan memberi tekanan pada skuad kami," tegasnya.

Bagi Tavares, dukungan suporter justru menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi kompetisi yang panjang.

Minta Bonek dan Bonita Tetap di Belakang Tim

Tavares berharap Bonek dan Bonita tidak hanya hadir ketika Persebaya tampil bagus.

Dukungan justru dibutuhkan ketika pemain atau tim sedang mengalami penurunan performa.

"Jika Anda ingin membantu kami, cobalah untuk mendukung kami. Cobalah untuk mendukung pemain ketika ia menampilkan performa yang baik. Tetapi terutama ketika ia tidak menampilkan performa yang baik," ujarnya.

Pelatih yang pernah membawa PSM Makassar menjadi juara Liga 1 2022/2023 itu menyadari bahwa penurunan performa hampir pasti terjadi dalam kompetisi panjang.

"Akan ada pertandingan di mana pemain A, B, atau C tidak akan tampil bagus. Atau mungkin tim secara keseluruhan tidak akan tampil bagus," ucapnya.

Dalam kondisi tersebut, kepercayaan dari suporter dinilai dapat memberikan perbedaan besar terhadap mental pemain.

Tekanan Berlebihan Bisa Jadi Bumerang

Tavares menilai tekanan berlebihan justru berpotensi membuat suasana tim tidak positif.

Ia bahkan mengingatkan bahwa tuntutan untuk selalu menjadi juara telah muncul selama bertahun-tahun, tetapi belum menghasilkan gelar liga bagi Persebaya.

"Jangan lakukan ini pada para pemain. Anda (suporter) lakukan ini selama 22 tahun berturut-turut dan lihat hasilnya," katanya.

Karena itu, Tavares memilih pendekatan berbeda untuk menghadapi Super League 2026/2027.

Targetnya sederhana, mempersiapkan tim sebaik mungkin dan mengejar kemenangan pada laga berikutnya.

"Jadi target saya sebagai pelatih adalah mempersiapkan tim untuk pertandingan berikutnya. Itu saja. Dan mentalitas saya akan seperti ini," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.