Isi Curhatan Warga Bayur Tundakan Balangan Kalsel, Masih Mengadalkan Genset untuk Penerangan
Edi Nugroho September 03, 2026 10:03 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Isi curhatan warga Bayur Tundakan Balangan Kalsel, nasih mengadalkan genset untuk penerangan.

Setiap sore menuju malam, warga Dusun Bayur, Desa Tundakan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Muhammad mengisi mesin genset diesel rakitan atau yang disebut warga sebagai mesin domping dengan bahan bakar minyak jenis solar.

Mesin ini menjadi sumber aliran listrik warga setempat yang mengaliri puluhan rumah warga di pemukiman Bayur dengan total jumlah jiwa sebanyak 161 jiwa.

Tanpa mesin tersebut, warga setempat tidak bisa menikmati listrik sebagaimana di tempat lain atau di pusat desa. Di Bayur, akses listrik tidak ada. Warga harus menyediakan genset untuk mendapat aliran listrik secara mandiri. Ada juga bantuan alat solar sell namun sebagian sudah rusak. 

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Jalan Taruna Praja Banjarbaru, Mahasiswa JPOK Berhamburan

Baca juga: Perawatan Pribadi Picu Inflasi Kalsel, Begini Deretan Angkanya

Keterbatasan aliran listrik di pemukiman ini membuat warga juga terbatas dalam aktivitas yang membutuhkan tenaga listrik di era majunya teknologi masa kini. 

Warga Bayur memiliki alat komunikasi berupa smartphone, mesin jinamo air, perlengkapan elektronik lainnya, namun penggunaannya terbatas. Hanya bisa dimanfaatkan saat tenaga listrik dari mesin genset di Bayur operasional. 

Skala waktu operasional hanya hitungan jam, mulai dari pukul 18.00 wita hingga pukul 22.00 wita. Sisanya, kegelapan mengisi malam. Beruntung bagi warga yang memiliki genset pribadi atau solar cell mereka masih berfungsi, alat itu akan membantu aliran listrik menyala sampai subuh. Pagi hingga sore kemudian, tak ada listrik di sana. 

Puluhan tahun sudah warga Bayur tak merasakan aliran listrik secara total, khususnya dari PLN. Akses menuju Bayur yang berjarak kurang lebih enam kilometer dari pusat desa serta kondisi jalan yang bisa dikatakan rusak, nampaknya turut menjadi kendala. 

Usulan kehadiran listrik dari PLN selalu disampaikan warga setiap tahunnya. Namun hingga 2026, tak kunjung jua ada kabar baik untuk akses penerangan masyarakat setempat.

"Sudah sering kami usulkan, namun sampai sekarang belum ada kabar akan adanya aliran listrik PLN. Padahal kami mau saja bayar," ungkap Muhammad, Kamis (3/9/2026).

Saat ini saja, dengan memanfaatkan mesin genset rakitan itu, warga iuran Rp15.000 sampai Rp20.000 setiap minggunya untuk membeli solar. Iuran tergantung jumlah perlengkapan elektronik yang digunakan. 

Belum lagi kabel-kabel yang harus ditata sedemikian rupa agar sampai ke rumah warga. Tingkat keamanan listrik yang dialirkan tersalur tanpa penanganan dari tenaga ahli. Hanya kemampuan ototidak warga.

Tak adanya aliran listrik secara penuh ini tentu dikeluhkan oleh warga. Ungkap Muhammad, warga menjadi terbiasa dengan kegelapan dan terkendala untuk penggunaan perlengkapan elektronik. 

Belum lagi adanya rasa iri dengan desa lain, karena di desa lain akses listrik dari PLN sudah didapat, sehingga di era majunya teknologi masa kini, semakin mempermudah aktivitas.

"Ada (rasa iri), tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin mengajukan namun tidak diterima. Bahkan sudah pernah mengusulkan," ujar lelaki yang juga menjabat Linmas di Desa Tundakan ini.

Ia pun berharap akses listrik dari PLN bisa masuk ke Bayur disertai dengan perbaikan jalan menuju ke anak desa di wilayah terpencil tersebut. 

Upaya masuknya listrik ke Bayur juga sudah dilakukan oleh Pemdes Tundakan. Kepala Desa Tundakan, Safii menerangkan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan dalam Musrenbang untuk masuknya akses listrik dari PLN ke Bayur, yang merupakan bagian dari Desa Tundakan. Namun hingga saat ini belum ada titik terang.

"Sudah beberapa tahun belakangan selalu kami usulkan, namun belum ada realisasi. Tahun ini pun akan kami usulkan lagi. Kami juga memerlukan arahan bagaimana caranya agar listrik PLN bisa masuk ke Bayur," ujarnya.

Safii pun berharap ke depan warga Bayur bisa mendapat akses yang setara dari pemerintah daerah, termasuk akses kelistrikan dari PLN secara merata.

Berencana Membeli Genset? Ini 5 Tips Agar Anda Tak Salah Beli

Sejmlah warga terlihat beramai-ramai menunggu di depan toko genset Sinar Terang Abadi yang merupakan satu-satunya toko genset yang buka di Glodok sekitar pukul 17.30 WIB Minggu lalu.

Untuk Anda yang berencana membeli genset, sebagai persiapan apabila sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik kembali, berikut ini beberapa tips untuk Anda yang ingin membeli genset:

1. Ketahui Daya Kekuatan yang Anda Butuhkan

Generator dijual dengan output daya yang diukur dalam watt. Cek kembali daftar peralatan apa saja yang Anda inginkan untuk menyala. Hitung watt total yang dibutuhkan.

Saat memilih genset, lebihkan daya genset dari daya total yang dibutuhkan peralatan Anda. Hal ini untuk berjaga-jaga jika Anda nantinya membutuhkan pemasangan alat lain sewaktu-waktu.

2. Pilihlah Jenis Generator yang Sesuai

Generator memiliki beberapa jenis. Seperti generator tipe portable, home standby generator yang perlu pemasangan permanen, serta generator inverter.

Generator tipe inverter serta generator portable menjadi generator yang banyak dipilih. Jenis inverter umumnya suaranya lebih tenang dibanding jenis-jenis generator yang lain.

Generator portable, lebih disukai karena biasanya memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan yang lainnya. Namun generator portable biasanya menghasilkan gas karbon monoksida yang jauh lebih banyak, sehingga pemakainannya harus berhati-hati dan hindari ruangan tertutup saat menempatkannya.

Warga menemani anaknya belajar dengan penerangan lampu dari genset di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua, Kamis (29/11/2018).

3. Perhatikan Fitur-fitur yang Ditawarkan

Saat membeli genset, maka perhatikan fitur-fitur yang ditawarkan, seperti fitur start otomatis menyala saat listrik padam, atau tombol start listrik tanpa harus susah-susah menarik mesin.

Pertimbangkan pula fitur yang ditawarkan dengan harganya. Apakah sesuai dengan kondisi dompet Anda atau tidak.

Anda juga bisa mempertimbangkan aksesoris bawaan seperti kondisi kabel dan keberadaan kit rodanya.

4. Pertimbangkan soal Bahan Bakar

Genset ada beberapa jenis. Masing-masing genset biasanya memiliki bahan bakar yang berbeda-beda. Macam-macam bahan bakar genset biasanya adalah propana, bensin, ataupun solar.

Baca juga: Imbas Listrik Padam, Penjual Genset Raup Ratusan Juta Rupiah

Pilihlah genset dengan bahan bakar yang bisa dengan mudah Anda dapatkan, sehingga Andaa nanti tidak kerepotan mencari sumber bahan bakar saat perlu menyalakan genset.

5. Pilihlah Tempat Penjualan Generator yang Terpercaya

Saat memilih Genset, maka Anda bisa memilih toko-toko penjualan genset yang terpercaya.

Hal ini untuk memastikan kualitas genset yang Anda dapatkan.

Saat membelinya secara online, Anda juga bisa melihat komentar-komentar para pembeli lain dan bintang yang diperoleh dari toko tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti/kompas.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.