SERAMBIEWS.COM – Kecaman keras datang dari Iran setelah sejumlah serangan Amerika Serikat dilaporkan menewaskan dan melukai warga sipil. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf bahkan menyebut Amerika Serikat sebagai “Setan Besar”.
Dalam unggahan di akun X miliknya pada Rabu, Qalibaf menyoroti sejumlah lokasi yang disebut menjadi sasaran serangan AS, termasuk sebuah sekolah di Minab, gedung olahraga di Lamerd, serta sebuah rumah di Kuhestak, Sirik, tempat keluarga berkumpul untuk menghadiri pesta pernikahan.
Qalibaf menggambarkan serangkaian serangan tersebut sebagai pola yang menunjukkan bagaimana AS menjalankan aksinya.
Baca juga: Iran Siaga Hadapi Skenario Terburuk, Pasukan Darat Diperintahkan Tingkatkan Kesiapan Tempur
“Sekolah Minab: anak-anak dibantai. Gedung olahraga Lamerd: anak-anak dibantai. Pernikahan Kouhestak: anak-anak tewas bersama keluarga mereka,” tulis Qalibaf.
Ia kemudian melontarkan pernyataan tajam terhadap Washington.
“Jika suatu kekuatan bertindak seperti setan, memilih sasaran seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka ia adalah setan,” katanya.
Qalibaf melanjutkan, “Melindungi setan kecil yang melakukan hal yang sama? Itulah Setan Besar.”
Pernyataan tersebut muncul setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengecam serangan AS terhadap sebuah rumah warga di Kuhestak, Sirik.
Rumah tersebut disebut menjadi tempat berkumpulnya sejumlah keluarga untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan. Menurut Baqaei, lebih dari 50 orang tewas atau terluka dalam serangan tersebut.
Baqaei menyebut insiden itu bukan kejadian yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola serangan yang lebih luas terhadap warga sipil Iran.
Ia juga memperingatkan bahwa sikap diam masyarakat internasional terhadap serangan semacam itu berisiko membuat kekerasan terhadap warga sipil dianggap sebagai sesuatu yang normal.
Ketegangan kemudian meningkat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran mengumumkan serangkaian serangan rudal dan drone sebagai aksi balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS.
Sasaran yang disebut antara lain fasilitas AS di Yordania, Erbil di Irak, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Serangan balasan tersebut diumumkan setelah serangan terhadap Sirik yang menurut pihak Iran menghantam hampir 70 warga sipil. Empat orang, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Bagi Teheran, rangkaian serangan itu telah memperluas medan konflik dari sasaran militer ke wilayah yang menyentuh kehidupan warga biasa.
Dan bagi Qalibaf, tudingan terhadap Washington kini bukan sekadar soal operasi militer.
Ia menyebutnya sebagai gambaran tentang sebuah kekuatan yang, menurutnya, telah bertindak seperti “Setan Besar.”(*)