Pertamina Perkuat Pengiriman Stok Solar Demi Atasi Antrean di SPBU di Lampung
Noval Andriansyah September 04, 2026 12:38 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan pengiriman dan memperkuat ketersediaan stok Biosolar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Lampung. 

Baca juga: DPRD Pertanyakan Sebab Antrean Solar Mengular di Lampung, Padahal Kuota Bertambah

Langkah tanggap darurat ini diambil guna mengurai penumpukan serta antrean panjang kendaraan truk yang mengular di area pengisian bahan bakar. 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengonfirmasi peningkatan konsumsi masyarakat di jalur logistik maupun area perkotaan menjadi pemicu utama disajikannya penyesuaian pasokan secara berkala.

Selain menambah armada penyaluran, pihak Pertamina turut memperketat sistem digitalisasi QR Code untuk memblokir indikasi penggunaan pelat nomor ganda demi menjamin subsidi tepat sasaran.

Upaya penambahan pasokan BBM dan pengawasan ketat ini ditempuh sebagai jawaban nyata atas kondisi kepadatan kendaraan yang terjadi di lapangan.

"Pertamina terus memantau kondisi penyaluran Biosolar di lapangan dan melakukan penyesuaian pasokan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah," ujar Rusminto dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, penguatan pasokan tersebut diprioritaskan pada SPBU yang berada di sepanjang jalur logistik, jalan penghubung antarkota, hingga area pusat keramaian kota demi kelancaran pelayanan masyarakat.

Selain menambah volume pengiriman harian, Pertamina mengintensifkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi melalui skema transaksi digital.

Langkah tegas berupa pemblokiran akun QR Code yang terindikasi menggunakan pelat nomor ganda (cloning) terus dijalankan untuk mengantisipasi praktik penyalahgunaan.

Guna mencegah kemacetan lalu lintas di sekitar area pengisian, Pertamina berkoordinasi langsung dengan pengelola SPBU, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum setempat dalam mengatur tata kelola antrean kendaraan.

Melalui pemantauan berkala dan penyesuaian pola distribusi di seluruh SPBU Lampung, Pertamina optimistis pasokan Biosolar dapat terdistribusi secara merata dan mengurai kepadatan kendaraan dalam waktu singkat.

Disorot DPRD Lampung

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan pembeli Biosolar di sejumlah SPBU Lampung menjadi sorotan DPRD Lampung.

Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi mempertanyakan penyebab antrean tersebut terjadi ketika kuota BBM subsidi di Lampung justru mengalami penambahan.

Sorotan itu disampaikan Yusnadi pada Rabu (2/9/2026), setelah antrean panjang truk Fuso pembeli Biosolar di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, pada Selasa (1/9/2026).

Antrean kendaraan bahkan meluber hingga memakan badan jalan di depan Rumah Sakit Immanuel dan mengganggu akses menuju fasilitas kesehatan tersebut.

Yusnadi mendesak Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Dinas ESDM Provinsi Lampung memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi penyaluran Biosolar di lapangan.

Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap skema penyaluran harian, frekuensi pengiriman, hingga pengawasan di SPBU.

"Kalau kuotanya meningkat tetapi antrean justru kembali mengular, tentu masyarakat berhak bertanya, persoalannya sebenarnya ada di mana?" tegas Yusnadi.

Berdasarkan data PPID Pemerintah Provinsi Lampung per Juli 2026, kuota Biosolar Lampung tercatat mencapai 790.961 kiloliter.

Jumlah tersebut meningkat 11.730 kiloliter dibandingkan alokasi awal 2026 yang tercatat sebesar 779.231 kiloliter.

Sementara itu, kuota Pertalite juga mengalami peningkatan dari 663.420 kiloliter menjadi 695.210 kiloliter atau bertambah 31.790 kiloliter.

Dengan demikian, total tambahan alokasi Pertalite dan Biosolar di Lampung mencapai 43.520 kiloliter.

Namun, peningkatan kuota tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan antrean yang masih terjadi di lapangan.

Yusnadi mempertanyakan apakah kondisi tersebut disebabkan kuota yang masih belum mencukupi, distribusi yang tidak tepat sasaran, keterlambatan pasokan ke SPBU, atau lemahnya pengawasan.

Di sisi lain, Pertamina memastikan optimalisasi pasokan dan penyaluran terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli Biosolar sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Masyarakat yang ingin menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait layanan dan penyaluran BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus / Riyo Pratama )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.