Wapres Gibran Dengar Curhat Kepala BWS, Pembangunan Sabodam Tapteng Terkendala Harga BBM
Azis Husein Hasibuan September 04, 2026 09:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, TAPTENG - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima curhat soal pengerjaan sabodam yang sedang dibangun di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah,  Jumat (4/9/2026). 

Curhat yang diterima Gibran didapat dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra II Medan Feriyanto Pawenrusi.

Feriyanto mengatakan bahwa pengerjaan sabodam di Tukka saat ini masih terkendala aspek bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini terungkap ketika Gibran melakukan kunjungan kerjanya didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Dari curhatnya, Feriyanto menjelaskan, terkendalanya pengerjaan sabodam karena Pertamina belum menetapkan harga resmi terbaru BBM.

"Kalau sudah ada penetapan BBM, kami langsung penuhi semua. Target pengerjaannya bulan ini sudah 50 persen. Kalau bapak berkenan kami bisa kejar sampai Oktober," ucapnya.

Diketahui pembangunan sabodam merupakan salah satu solusi prioritas atas banjir bandang yang terus berulang hingga saat ini di Kecamatan Tukka.

Dari paparannya di hadapan Gibran, Feriyanto menjelaskan, saat ini pihaknya membangun Sabo Dam Oprit yakni bendungan pengendali sedimen yang dirancang memiliki fungsi ganda.

"Jadi bisa penggunaannya menjadi sabo bisa juga dilewati sebagai jembatan," terangnya ke Wapres RI di Hutanabolon, Tukka, Tapteng, Jumat, Siang. 

Feriyanto membeberkan secara teknis, Sabo Dam ini dibangun dengan tinggi mencapai 7 meter, memiliki bentang struktur yang kokoh, serta mampu menampung volume material hingga 18.000 meter kubik. 

Selanjutnya pembangunan akan berlanjut pada penanganan dan perbaikan alur sungai lainnya guna memperkuat perlindungan wilayah Tukka. 

Pastikan Pembangunan Huntap Garoga

gibran-huntap-tapsel-batangtoru-tribunmedan1
BERKUNJUNG - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat datang berkunjung di hunian tetap Desa Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (4/8/2026). Gibran juga memastikan pembangunan hunian tetap warga Garoga akan dibangun September 2026.

Sementara itu saat berada di Tapanuli Selatan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) warga korban banjir Garoga dan Huta Godang, Batangtoru, dimulai September 2026.

Hal ini terungkap saat Gibran datang berkunjung ke hunian sementara (huntara) warga Garoga yang berada di Desa Napa, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (4/8/2026).

"Bulan depan (September) hunian tetapnya akan mulai dibangun ya, bapak dan ibu," ujar Gibran.

Di huntara Garoga ini, Gibran hanya mengunjungi satu rumah warga Garoga saja. Diketahui rumah tersebut dihuni warga bernama Marwan Efendi.  

Marwan merupakan warga korban banjir bandang pada 25 November 2025 lalu. Rumahnya di Garoga sudah hancur. Ia sudah lima bulan ini menghuni huntara di Desa Napa.

"Tadi Pak Gibran datang ke rumah menyapa saya sekaligus memberikan perlengkapan balita," ujar ayah dengan satu putri ini kepada Tribun-medan.com.

Marwan kemudian mendapatkan kepastian dari Gibran secara langsung, bahwa huntap bagi korban banjir bandang di Desa Garoga segera dibangun pada September 2026.

"Tadi Pak Gibran juga bilang, huntapnya akan dibangun bulan depan. Syukurlah ada kepastian soalnya selama ini kami menunggu-nunggu kapan huntap akan dibangun," kata Marwan.

Diketahui sebanyak 699 unit huntap akan dibangun untuk korban banjir badang bagi warga Garoga dan Huta Godang di atas lahan seluas 18 hektar milik PTPN III. Huntap tersebut nantinya dibangun persis di samping huntara warga Garoga di Desa Napa.

Adapun kegiatan kunjungan Gibran di Tapanuli Selatan bertemu warga korban banjir bandang dan longsor.

Gibran pertama kali datang menyapa warga di huntap Desa Hapesong Baru, korban banjir bandang yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru.

Di huntap ini, Gibran ramai-ramai dikerumuni warga yang ingin bersalaman. Sang Wakil Presiden pun menyambutnya hingga memberikan buku hingga mainan ke anak-anak.

Hal yang sama dilakukan Gibran di huntara Garoga. Setumpuk mainan di dalam kardus ia ambil lalu dibagikan ke anak-anak korban banjir.

Gibran kemudian melanjutkan kunjungannya ke Garoga, desa yang kondisinya hilang tersapu banjir bandang hingga akhirnya pulang menggunakan heli dari Lapangan PTPN III.

(ase/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.