SURYA.co.id - Atmosfer panas menyelimuti Tribun DBL Arena saat Castle Mania, pendukung setia SMAN 1 Puri Mojokerto, hadir mengawal tim basket kebanggaannya dalam ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Bukan sekadar sorakan, mereka membawa pesan mendalam melalui koreografi megah bertajuk "Odyssey".
Konsep Odyssey ini tidak dipilih sembarangan. Terinspirasi dari kisah heroik prajurit Spartan, Castle Mania ingin menyuntikkan mentalitas pantang menyerah kepada tim basket SMAN 1 Puri (Castle). Kisah ini merefleksikan perjuangan para ksatria yang rela meninggalkan rumah demi menjaga kehormatan dan harga diri kelompoknya.
Meski mengambil referensi dari ksatria Spartan, Castle Mania memberikan sentuhan kreatif pada desain karakter mereka. Berbeda dengan visualisasi film yang cenderung gelap, mereka memilih palet warna yang lebih berani agar terlihat mencolok dari tribun penonton.
Bagian tim kreatif Castle Mania, Attalah Bima, menjelaskan alasan di balik pemilihan warna kuning, merah, dan cokelat pada karakter prajurit mereka.
“Konsep yang kami bawa kali ini temanya Odyssey. Odyssey itu sebuah cerita tentang prajurit Spartan yang berusaha mengembalikan harga diri mereka. Mereka meninggalkan rumah untuk mengembara dan mengalahkan musuh-musuh yang telah mengkhianati atau menghina suku mereka,” ujar Attalah Bima.
Ia menambahkan bahwa modifikasi warna dilakukan agar estetika koreografi tetap terjaga tanpa menghilangkan kesan gagah.
“Kalau di filmnya itu warna kostumnya identik dengan warna hitam. Tapi kami lebih suka koreografi yang berwarna, jadi kami modifikasi dari segi warna bajunya. Kalau semisal warna bajunya pink (merah muda) itu kurang gagah. Jadi kuning mungkin menunjukkan cahaya atau kehormatan, merah itu berani, cokelat itu tegas,” lanjut Atta.
Tak hanya visual karakter, kemegahan koreografi ini didukung oleh properti enam pilar kerajaan berbahan bambu dengan berbagai ukuran, mulai dari diameter 1,3 meter hingga yang terbesar mencapai 2 meter.
Proses pembuatan pilar-pilar ini ternyata cukup rumit. Aldo Tri Saputra, Capotivo Castle Mania, mengungkapkan rahasia di balik kokohnya properti yang mereka bawa.
“Bambunya kami pilih yang lebih lurus. Habis itu biar bambunya kuat sama lentur, gampang dibentuk, kami rendam seharian di dalam air,” jelas Aldo.
Koreografi raksasa ini memiliki dimensi yang fantastis. Background utama membentang seluas 20 x 7 meter, didampingi dua gambar singa di sisi kanan dan kiri masing-masing berukuran 10 x 7 meter sebagai simbol keberanian mutlak.
Energi positif dari tribun tampaknya benar-benar tersalurkan ke lapangan. Pada Senin (31/8), tim basket SMAN 1 Puri Mojokerto sukses menumbangkan SMAN 1 Tuban dengan skor telak 32-12. Ini merupakan kemenangan kedua mereka di Grup O, yang memperlebar jalan menuju Round 2.
Namun, langkah Castle belum sepenuhnya aman. Mereka dijadwalkan menghadapi laga hidup-mati melawan SMA Petra 4 Sidoarjo pada Minggu (6/9). Pemenang laga tersebut dipastikan langsung menggenggam tiket Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Dengan slogan “No Storm, Salt, and Odyssey” yang terpampang di tribun, Castle Mania memberikan pesan tegas: tidak ada badai yang bisa menghentikan langkah mereka untuk mendukung SMAN 1 Puri Mojokerto meraih prestasi tertinggi musim ini.