Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Disjoki (DJ) Katty Butterfly mengaku menghadapi persoalan dengan salah satu tempat hiburan malam di Bandung, Jawa Barat, setelah dirinya batal tampil karena sakit.
DJ asal Thailand tersebut menyebut pihak tempat hiburan malam bernama Denver Club meminta ganti rugi sebesar Rp146 juta atas pembatalan penampilannya.
Katty mengaku terkejut dengan nominal tersebut. Pasalnya, honor yang seharusnya ia terima untuk tampil sebagai DJ hanya sebesar Rp45 juta.
"Honor saya saja Rp45 juta. Cuma saya kaget, mereka meminta saya untuk ganti rugi sampai Rp146 juta," kata Katty Butterfly ketika ditemui di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).
Ika, perwakilan manajemen Katty, menjelaskan persoalan tersebut bermula ketika Vimen yang merupakan perwakilan pihak tempat hiburan meminta ganti rugi sebesar dua kali lipat dari honor Katty.
Menurut Ika, pihak manajemen Katty pada awalnya tidak mempermasalahkan permintaan tersebut. Mereka bersedia memenuhi ganti rugi apabila jumlahnya sesuai kesepakatan dan disertai rincian biaya yang jelas.
Baca juga: DJ Katty Butterfly Mengaku Dipaksa Manggung Saat Sakit, Dibawa ke Klub hingga Menangis dan Trauma
Namun, setelah menerima rincian biaya, manajemen Katty justru menemukan sejumlah komponen yang dinilai tidak semestinya dibebankan kepada mereka.
"Pas dikirim kami melihat totalnya itu sampai lebih dari Rp146 juta. Kami kaget dong dan pas dilihat, ada rincian yang seharusnya memang kami tidak bayarkan," ujar Ika.
Atas dasar itu, manajemen Katty menduga terdapat upaya pemerasan dalam permintaan tersebut. Ika menegaskan pihaknya sebenarnya tidak keberatan apabila harus mengembalikan biaya hingga dua kali lipat dari honor, selama nominal dan dasar perhitungannya dapat dipertanggungjawabkan.
"Ya kami berpikir ada dugaan pemerasan dalam hal ini. Padahal jika mereka meminta pengembalian dua kali lipat kami siap kembalikan asalkan rinciannya jelas," katanya.
Ia mencontohkan sejumlah biaya yang tercantum dalam tagihan, antara lain makanan untuk home band hingga biaya suntik rumah sakit.
"Tapi di rincian itu ada meals home band, biaya suntik rumah sakit, dan lain-lain yang nggak wajar dan sepatutnya kami bayarkan," lanjut Ika.
Menurut Ika, pembatalan penampilan Katty bukan dilakukan secara sepihak tanpa alasan. Katty disebut tidak dapat memenuhi jadwal manggung karena mengalami sakit yang tidak direncanakan.
Manajemen kemudian merujuk pada klausul dalam kontrak kerja yang mengatur kondisi apabila Katty berhalangan tampil karena sakit.
"Dalam klausul kontrak, tertulis kalau pihak kedua (Katty) tidak bisa manggung karena sakit dan masih berada di luar kota tempat manggung, akan dikembalikan uang sepenuhnya," jelas Ika.
" Tapi karena sudah ada di kota tempat manggung, maka biaya dikurangi dengan ongkos keberangkatan dan lainnya," sambungnya.
Selain pengaturan mengenai pengembalian biaya, kontrak tersebut juga disebut memberikan opsi penjadwalan ulang apabila Katty tidak dapat tampil karena sakit.
Dengan demikian, menurut manajemen, persoalan tersebut sebenarnya masih dapat diselesaikan melalui mekanisme yang telah disepakati dalam kontrak.
Namun, Ika menyebut pihak Denver Club tidak bersedia melakukan penjadwalan ulang dan memilih meminta pembayaran ganti rugi.
"Tapi pihak klub malam itu nggak mau reschedule, mereka mau ganti rugi. Kalau misalkan permintaan Rp146 juta tidak dibayarkan, maka mau digugat ke proses hukum pengadilan," terang Ika.
Persoalan tersebut hingga kini masih dalam tahap mediasi. Ika mengatakan komunikasi antara kedua pihak telah berlangsung selama sekitar empat bulan, tetapi belum menghasilkan titik temu.
Manajemen Katty pun tidak menutup kemungkinan persoalan tersebut berlanjut ke jalur hukum.
"Kami masih menunggu, kalau mereka bawa ke ranah hukum ya kami tunggu. Tapi jika diperlukan, kami juga siap menempuh jalur hukum dan melaporkan balik pihak sana (terkait dugaan pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan)," ujar Ika.
Sementara itu, Katty Butterfly mengaku memilih membuka persoalan tersebut kepada publik karena merasa sudah terganggu secara psikologis dengan polemik yang berlangsung cukup lama.
Ia berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan penyelesaian sehingga tidak terus membebani dirinya.
"Aku di sini sudah resah banget, aku udah nggak nyaman. Makanya aku memberanikan diri bicarakan ini ke publik," tegas Katty Butterfly.