Khairil Anwar Tegaskan Dana Kontingen Porprov Beltim Harus Transparan
Asmadi Pandapotan Siregar September 04, 2026 10:22 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Khairil Anwar memberikan penekanan tegas terkait tata kelola anggaran dan pengelolaan atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung 2026.

Sebagai Ketua Kontingen Belitung Timur, Khairil meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) dan panitia menjalankan tugas secara profesional, transparan, serta menjaga integritas dalam penggunaan dana hibah maupun anggaran operasional daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Khairil usai memimpin Rapat Koordinasi Kontingen di Ruang Rapat Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Jumat (4/9/2026) sore.

Khairil menjelaskan, empat poin penekanan utama demi memastikan kelancaran Kontingen Belitung Timur di ajang Porprov. 

Poin pertama adalah penguatan kolaborasi serta komunikasi yang solid, khususnya di antar kepanitiaan yang bertugas di lapangan.

Ia mengingatkan, ketidakharmonisan antar petugas lapangan dapat mengganggu konsentrasi para atlet yang sedang berjuang menyumbangkan medali untuk daerah.

Selanjutnya pada poin kedua, Khairil meminta adanya keselarasan antara Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Belitung Timur dan KONI Belitung Timur agar tidak timbul salah paham terkait pemenuhan hak-hak atlet.

"Kemudian kita juga harus sama (selaras) antara Dinas Olahraga dengan kontingen. Penekanannya juga terhadap ketua-ketua cabor agar mengendalikan anak buah dan atlet-atlet yang ada," ujar Khairil, Jumat (4/9/2026).

Menurut Khairil, poin paling penting adalah menyangkut akuntabilitas dan kehati-hatian dalam tata kelola keuangan serta pembiayaan kontingen.

Karena itu, Ia mewanti-wanti seluruh pengurus agar tidak memanfaatan ajang Porprov VII Babel untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok yang berdampak pada masalah hukum di kemudian hari.

"Hal-hal yang menyangkut keuangan ini harus lebih berhati-hati, supaya kita betul-betul nanti tidak terkena apa-apa di kemudian hari. Aku ndak mau selaku ketua, tidak menginginkan itu. Jangan sampai ada indikasi lain bahwa kita ini nak nyari untung, ndak suka itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Khairil memastikan bahwa sistem penyaluran hak finansial bagi atlet dan pelatih akan dilakukan secara nontunai melalui rekening bank.

Mereka membuka rekening di Bank Sumsel Babel khusus atas nama penerima masing-masing untuk menutup celah terjadinya pemotongan atau sunat anggaran.

Khairil tidak ingin muncul kebiasaan lama, dimana uang saku atau honor atlet dititipkan melalui perantara yang berpotensi mengalami penyusutan saat diterima oleh para atlet.

"Ini supaya kalau betul-betul uang lelah dari atlet jangan selalu dipotong-potong, ndak suka itu. Jadi betul-betul tersalur. Sebab kalau kita titip-titip itu biasanya seribu bisa jadi tiga ratus, nah itu ndak enak itu," ungkapnya.

Khairil bersama pimpinan kontingen berjanji akan turun langsung melakukan pemantauan di setiap arena pertandingan.

Ia menegaskan bahwa pimpinan daerah tidak hanya melepas atlet dari jauh, tapi juga hadir mengawasi dan mendampingi perjuangan para putra-putri daerah tersebut. 

"Dengan pengalaman-pengalaman yang sudah ada, kami selaku ketua dan juga wakil ketua akan bertanggung jawablah menginspeksi ke venue-venue. Ini supaya ada kesan bahwa kita ini saling peduli," ujarnya. 

Untuk target, Khairil mengaku belum berani mematok terlalu tinggi seperti posisi tiga besar umum.

Sebab, dari total 26 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VII Babel 2026, Kabupaten Belitung Timur hanya mampu mengikutsertakan atlet pada 22 cabang olahraga akibat berbagai keterbatasan.

Kondisi tersebut otomatis mengurangi peluang potensi raihan medali. Namun, ia tetap berharap seluruh atlet dan pelatih mampu memaksimalkan potensi pada 22 cabor yang diikuti demi mempertahankan prestasi yang pernah diraih sebelumnya.

"Kami belum berani (patok target tiga besar), karena dengan kita cuma mengirim 22 cabor dari 26 cabor, artinya kita lah sudah kekurangan potensi medali dari empat cabor," kata Khairil. 

"Tapi kita usahakan semaksimalnya, kalau memang Alhamdulillah bisa juara tiga lagi. Tinggal ketua cabor, pelatih, dan atlet betul-betul berkolaborasi mencapai satu tujuan," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.