TRIBUN-SULBAR.COM - Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si mengingatkan bahwa bertambahnya usia institusi harus diimbangi dengan keberanian meruntuhkan rutinitas dan menjadi trendsetter di dunia pendidikan tinggi.
Hal ini diungkapkannya pada perayaan puncak Dies Natalis ke-42, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kantor UT Pusat, Pondok Cabe, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: 42 Tahunu Berkarya Universitas Terbuka Tegaskan Komitmen Trendsetter Pendidikan Jarak Jauh
Dalam perayaan itu, sivitas akademika UT Mengusung tema transformasi dan kolaborasi.
Menegaskan komitmennya sebagai pelopor pendidikan jarak jauh berkelas dunia.
Ia memamerkan rekam jejak impresif selama setahun terakhir.
Di antaranya adalah lonjakan dramatis jumlah mahasiswa yang menembus angka 856.444 pada semester 2026.2, peningkatan akreditasi prodi Unggul/A yang kini mencapai 59,62 persen, serta kenaikan peringkat global dalam Sustainability Impact Ratings 2026 ke posisi 801-1000 dunia.
Keberhasilan tata kelola manajerial juga dibuktikan dengan peningkatan kesejahteraan pegawai, efisiensi bahan ajar, dan keandalan sistem ujian berbasis mobile.
Menatap masa depan, Rektor merinci 15 Langkah Strategis sebagai panduan kerja bersama, mulai dari penguatan infrastruktur digital, riset bereputasi, hingga persiapan pembukaan Sekolah Vokasi.
"Tidak ada Superman di Universitas Terbuka. Yang ada adalah Super Team," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran dari generasi Baby Boomers hingga Gen Z untuk menghilangkan ego sektoral.
Perayaan ini menjadi panggung apresiasi atas lompatan besar pencapaian kampus di era digital.
Kemeriahan perayaan tidak hanya terpusat di UTCC.
Berkat teknologi konferensi video Zoom, atmosfer sukacita ini terhubung langsung secara real-time ke seluruh jaringan UT Daerah di Tanah Air.
Turut memeriahkan secara virtual adalah UT Majene.
Seluruh jajaran dan sivitas akademika UT Majene bergabung secara antusias dari daerah, membuktikan kesatuan semangat dan soliditas seluruh keluarga besar UT tanpa terhalang jarak.
Sorotan utama acara ini berada padapidato Rektor UT yang menyerukan pentingnya "menghadirkan masa depan ke masa kini" melalui inovasi radikal. (*)