Dedi Mulyadi Respons soal Tetangganya Diduga Tipu Calon Pengantin Pria
Laksmi Anindita September 05, 2026 08:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Rencana pernikahan seorang calon pengantin pria berujung kebingungan.

Ia datang bersama rombongan keluarga untuk menemui calon mempelai wanita.

Namun, perempuan tersebut tidak berada di rumah sesuai alamat pada KTP.

Rombongan datang menggunakan bus dan sejumlah mobil.

Mereka justru tidak menemukan calon mempelai wanita di lokasi.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Facebook Badra Erawan.

Dalam video, rombongan keluarga terlihat kebingungan.

Seorang pria yang diduga perangkat desa menjelaskan situasi tersebut.

Baca juga: Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Aipda Asep Sumantri Amankan Pria Pemalak di Purwakarta

"Secara domisili kan alamat mempelai wanita di sini, kita sebagai pengurus tidak bisa menyalahkan kalau wilayah ini viral. Masalah pribadi, tapi kalau ini viral kami sebagai pihak desa tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Lokasi tersebut berada di Kampung Sukasari, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Kampung tersebut berada di desa yang sama dengan tempat tinggal Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Buka Suara

Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan kejadian tersebut melalui media sosialnya.

"Bahwa ada rombongan dari Majalengka mau besanan ke Kampung Sukasari, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, itu satu desa dengan saya tinggal," kata Dedi.

Menurut Dedi, calon mempelai wanita berstatus janda dan memiliki satu anak.

Namun, perempuan tersebut diketahui tinggal di Brebes.

Baca juga: Kesigapan Mantan Ajudan Dedi Mulyadi Lumpuhkan Pemalak di Minimarket

"Ternyata calon pengantin perempuan berstatus janda anak satu tidak ada di tempat, karena memang tinggalnya di Brebes," ujarnya.

Dedi mengatakan kedua calon pengantin hanya sepakat untuk menikah pada Jumat (4/9/2026).

Keduanya juga disebut belum menggelar pertemuan keluarga sebelumnya.

"Keduanya sudah melakukan perjanjian untuk menikah pada hari kemarin Jumat 4 September 2026," kata Dedi.

Saat rombongan pria tiba, keluarga yang tinggal di rumah tersebut justru tidak mengetahui rencana pernikahan.

Orangtua dan anak dari calon mempelai wanita disebut berada di rumah.

Mereka pun terkejut dengan kedatangan rombongan tersebut.

"Dan keduanya berjanji, tapi pihak perempuan, nenek dan kakek di Sukasari tidak mengetahui akan ada besanan, dan dia ngurus anak dari calon pengantin perempuan," jelas Dedi.

Calon mempelai wanita juga tidak dapat dihubungi.

"Calon perempuan tidak aktif," katanya.

Dedi kemudian mengingatkan pentingnya pertemuan keluarga sebelum pernikahan.

Menurutnya, keluarga kedua calon pengantin sebaiknya saling bertemu terlebih dahulu.

"Kalau mau ada acara besanan pihak laki-laki dan perempuan semestinya kedua belah pihak keluarganya bertemu, juga perwakilan pemerintah bertemu jangan hanya calon pengantinnya saja sedangkan keluarga tidak tahu," ujar Dedi Mulyadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.