Ammaora Siswi MI Pagersari-Patean Cetak 56 Gol di MilkLife Soccer Semarang
rival al manaf September 05, 2026 09:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persaingan pesepak bola putri usia dini dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 berlangsung sengit.

MLSC Seri 1 2026–2027 di Semarang berlangsung 1-6 September 2026 dengan lokasi pertandingan di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh.

Sebanyak 1.091 atlet dari 63 SD dan MI ambil bagian dalam gelaran di Semarang. Mereka terbagi dalam 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge All-Stars Semarang, Aji Irawan, menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan sepak bola putri di tingkat usia dini.

Ia menyebut sejumlah perubahan regulasi pada musim ini merupakan bagian dari upaya menjaga kompetisi tetap relevan sekaligus mendukung regenerasi atlet.

"Antusias para peserta sangat luar biasa. Terkait perubahan regulasi, ini upaya MilkLife Soccer Challenge untuk tetap relevan dari tahun ke tahun dalam rangka mendukung regenerasi para atlet. Perkembangan sepak bola putri juga luar biasa," ujar Aji di Stadion Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Sabtu (5/9/2026) sore.

Aji berharap sepak bola putri mendapat perhatian yang setara dengan sepak bola putra sehingga mampu melahirkan pemain yang dapat bersaing hingga tingkat internasional.

"Saya berharap, olahraga ini setara dengan tim putra, agar sama-sama dikedepankan, sehingga mampu memberi peran penting dan tempat di mancanegara. Saya membayangkan 10 tahun lagi, Indonesia tidak akan hilang dalam prestasi," katanya.

MLSC Seri 1 2026–2027 sendiri digelar di 15 kota, yakni Tangerang, Semarang, Jakarta Raya (Jakarta Timur), Yogyakarta, Kudus, Bekasi, Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Bandung, Surabaya, Garut, Malang, Solo, Samarinda, Banjarmasin, dan Jayapura.

Semarang dan Tangerang menjadi dua kota pembuka musim ini. Di Tangerang, pertandingan berlangsung di Stadion Kera Sakti dan Stadion Cisauk.

Kompetisi menggunakan format 7 lawan 7. Pada babak penyisihan hingga perempat final, pertandingan berlangsung 2x10 menit. Sementara semifinal dan final dimainkan 2x15 menit.

Setiap tim terdiri atas tujuh pemain inti dan lima pemain cadangan. Seluruh pemain juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertandingan sebagai bagian dari semangat inklusivitas MLSC.

Musim ini terdapat perubahan regulasi batas usia. KU 10 diperuntukkan bagi pemain kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018, sedangkan KU 12 untuk kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.

Selain itu, ukuran lapangan KU 10 berubah dari sebelumnya 40x24 meter menjadi 42x26 meter.

Sementara pemain usia KU 8, yakni kelahiran 1 Juli 2018 hingga 31 Desember 2020, dapat mengikuti Festival SenengSoccer. Festival tersebut memperkenalkan teknik dasar sepak bola melalui berbagai aktivitas permainan, mulai dari lari zig-zag, lemparan ke dalam, menggiring bola melewati cone, passing dan tendangan ke arah gawang, melompat dengan dua kaki hingga berlari menuju garis finis.

Melalui penyelenggaraan di berbagai kota tersebut, MLSC diarahkan menjadi salah satu wadah pembinaan dan pencarian bibit pesepak bola putri sejak usia dini, dengan harapan muncul pemain-pemain yang kelak mampu membawa nama Indonesia ke pentas dunia.

Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Ammaora Kalani Putri dari MI Pagersari-Patean.

Hingga Sabtu (5/9/2026), Maora, sapaan Ammaora, memimpin daftar top skor Kelompok Umur (KU) 12 dengan torehan 56 gol.

Catatan tersebut menjadi salah satu gambaran ketatnya persaingan dalam turnamen sepak bola putri yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut.

Maora mengaku pencapaian tersebut tidak lepas dari latihan intensif, kerja sama tim, serta konsentrasi selama pertandingan.

"Total 56 gol yang saya cetak sampai hari ini. Harapannya besok, babak semifinal dan final bisa menambah gol lalu menjadi juara. Target saya besok bikin tiga gol," ujar Maora.

Pemain yang mengidolakan Cristiano Ronaldo itu juga mendapat dukungan dari saudara kembarnya, Annaora Elysia Putri. Keduanya sama-sama memperkuat MI Pagersari-Patean.

Annaora yang akrab disapa Naura mengatakan, mengikuti MLSC membuatnya belajar mengenai pentingnya persiapan dan strategi, selain kerja sama tim.

"Persiapan mental dan fisik. Harus terampil mengatur strategi maju mundur juga, karena tadi hampir kemasukan soalnya," kata Naura.

Menariknya, bukan hanya Maora yang masuk jajaran top skor. Naura juga berada di posisi keenam dengan koleksi 12 gol.

Pelatih MI Pagersari-Patean, Pranoto, mengatakan pencapaian kedua pemain tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan tim selama beberapa bulan.

"Tim kami berlatih sekitar tiga bulan tiap Rabu dan Jumat, lalu pelatihan makin intens empat minggu terakhir. Saya mengingatkan para siswi, sekarang masanya untuk menciptakan momen emas. Maora adalah penyerang, Naura sebagai defender atau benteng pertahanan," ujar Pranoto. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.