SURYA.CO.ID, MOJOKERTO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengguyurkan bantuan dropping air bersih secara masif untuk mengatasi krisis air di tiga desa terdampak kekeringan pada Minggu (6/9/2026).
Penyaluran pasokan air bersih ini menjadi langkah darurat untuk menyelamatkan ribuan warga di Desa Kunjorowesi, Desa Manduro Manggung Gajah, dan Desa Duyung yang mengalami kesulitan air akibat kemarau panjang.
Langkah taktis ini diambil pemerintah daerah respons cepat atas fenomena cuaca ekstrem El Nino Godzilla yang menyebabkan pasokan debit mata air menyusut drastis.
Baca juga: Kekeringan Meluas di Jatim, 24 Daerah di Jatim Darurat Kekeringan, 19 Sudah Dropping Air
Penyaluran Ratusan Tangki Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menyatakan bahwa pengiriman bantuan air bersih menjadi prioritas utama penanganan bencana di daerah terdampak.
Program bantuan darurat yang disokong BPBD Jawa Timur tersebut dijadwalkan berlangsung sejak 22 Juli hingga 11 September 2026 mendatang.
"Jumlah 300 tangki air bersih untuk membantu warga terdampak krisis air bersih di Kabupaten Mojokerto," ucap Rinaldi, Minggu (6/9/2026).
Secara rinci, penyaluran harian mencakup empat tangki atau setara 16.000 liter untuk Desa Kunjorowesi, satu tangki kapasitas 4.000 liter untuk Desa Manduro Manggung Gajah, serta dua tangki kapasitas 8.000 liter untuk Desa Duyung.
"Diharapkan dengan pengiriman bantuan air bersih, dapat meringankan beban warga yang terdampak krisis air bersih di wilayah tersebut," pungkasnya.
Baca juga: 300 Tangki Bantuan Air Digelontor untuk Ringankan Beban Warga Mojokerto Terdampak Kekeringan
Sesuai instruksi Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra), Pemkab Mojokerto siap melanjutkan pasokan air jika masa bantuan dari Pemprov Jatim telah berakhir.
Penanganan darurat ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan sinergi perusahaan swasta hingga kelompok masyarakat.
"Bantuan air bersih, BPBD berkolaborasi dengan Pemprov Jatim mendapatkan bantuan dropping air bersih setiap hari sampai September 2026 ini. Nah, jika bantuan dari Provinsi sudah selesai maka akan dilanjutkan oleh BPBD Kabupaten Mojokerto," jelasnya.
Sebagai langkah permanen, pemerintah tengah merancang proyek pipanisasi dari sumber air Trawas menuju kawasan Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah.
Sementara itu, penanganan di Desa Duyung yang memiliki sumber mata air dari Desa Ketapanrame masih terkendala dukungan anggaran.
"Kami berupaya mencarikan bantuan Desa Duyung, untuk dapat melaksanakan program pipanisasi, kami mencoba mendorong pusat, dengan harapan bisa mendapatkan bantuan pipanisasi untuk Desa Duyung," tukas Rinaldi.
Dukungan armada juga digelontorkan oleh Perumdam Mojopahit dengan mengoperasikan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter.
"Untuk armada 2 truk tangki masing-masing kapasitas 4.000 liter dari Perumdam, biasanya, bantuan selama satu bulan dan dapat diperpanjang sesuai usulan dari BPBD," jelas Kabag Teknik Perumdam Mojopahit, M Harianto.
Baca juga: Bupati Gus Barra Janji Tuntaskan Bencana Krisis Air Bersih Menahun Kunjorowesi Lewat Pipanisasi 2026
Krisis air tahunan ini dirasakan langsung oleh Imroatus (34), warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, yang harus mengandalkan penampungan air hujan saat musim basah.
Ketika musim kemarau tiba, pasokan air jaringan pipa dari Trawas menyusut hingga warga harus bergiliran mendapat pasokan.
"Memang tidak ada air di sini, apalagi pas musim kemarau, kalau pas musim hujan airnya ambil dari tadah hujan disimpan dalam wadah tandon, musim hujan atau normal ada air dari pipa Trawas itupun kecil dan bergantian setiap 11 hari sekali dengan warga sini," ucap Imroatus.
Ia sangat berharap pemerintah daerah dapat segera merampungkan solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap tahun.
"Semoga permasalahan kebutuhan air bersih setiap hari di desa kami segera bisa teratasi, kami sangat berharap dengan pemerintah ini, meskipun aliran kecil, yang penting ada apalagi kita kesulitan air saat musim kemarau," ucap Imroatus.
Dirinya mengapresiasi keandalan dropping air dari Pemkab Mojokerto yang rutin dikirimkan untuk memenuhi tandon warga serta sarana umum.
"Dapat bantuan dropping air bersih dari Pemkab Mojokerto, setiap hari tapi giliran per RT dan sebagian untuk musala di sini, pengirimannya di setiap tandon, dan selalu ada setiap hari," tutupnya.