TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Jakarta mulai dirasakan sejumlah masyarakat, termasuk kalangan selebritas. Baim Wong mengungkapkan dirinya melihat abu vulkanik menempel di mobil setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
Baim menceritakan pengalaman tersebut saat dirinya bermain padel. Menurutnya, abu vulkanik sudah terlihat menyebar dan bahkan sampai ke kendaraan yang digunakannya.
Kondisi tersebut membuat Baim semakin waspada. Ia mengaku mendapat sejumlah pesan dari teman-temannya yang mengingatkan agar berhati-hati menyusul sebaran abu vulkanik yang mulai memasuki wilayah Jakarta.
Baim mengatakan kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Terlebih, dampaknya mulai dirasakan bukan hanya terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga sejumlah kegiatan dan pekerjaan.
Salah satu dampak yang dirasakan Baim adalah terganggunya agenda syuting di luar ruangan. Ia menyebut pekerjaan yang seharusnya dilakukan secara outdoor terpaksa dibatalkan sementara karena belum diketahui secara pasti seberapa besar dampak abu vulkanik tersebut.
"Syutingnya di luar jadinya harus di-cancel dulu karena enggak tahu sebesar apa," ujar Baim, dikutip dari YpuTube Cumicumi, Senin (7/98/2026).
Menurut Baim, kondisi abu vulkanik juga telah berdampak pada aktivitas penerbangan. Ia menyinggung adanya sejumlah penerbangan yang mengalami penundaan akibat kondisi tersebut.
Situasi itu membuat Baim menilai masyarakat memang perlu meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak sampai mengalami kepanikan berlebihan.
Dalam kesempatan yang sama, Mak Ranti turut menceritakan kondisi yang dirasakannya di sekitar rumah. Ia mengaku menemukan debu yang cukup tebal pada pagi hari ketika sedang melakukan aktivitas bersih-bersih.
Tak hanya debu, Mak Ranti juga merasakan suhu udara yang lebih panas dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut membuat suasana pagi di sekitar rumah terasa berbeda.
"Kalau pagi tadi memang agak masih banyak debu di rumah saya juga ada. Alhamdulillah terasa juga ada panas," kata Mak Ranti.
Ia kemudian memilih mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, apabila tidak ada keperluan mendesak, lebih baik masyarakat berada di dalam rumah sembari mengikuti perkembangan informasi terbaru.
Mak Ranti mengatakan dirinya juga memiliki persediaan masker di rumah. Namun, ia tidak ingin ikut panik dengan fenomena masyarakat yang ramai-ramai mencari masker.
Baginya, yang terpenting adalah mengikuti anjuran pemerintah dan menjaga kondisi tubuh. Ia juga memilih lebih banyak berada di rumah sambil memantau perkembangan situasi.
Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, Penumpang KRL Ramai-ramai Pakai Masker Bak Era Pandemi
"Kita ikutin anjuran pemerintah juga untuk menjaga kesehatan kita semua," ujarnya.
Mak Ranti juga menyebut kondisi abu membuat pekerjaan rumah tangga menjadi sedikit berbeda. Debu yang menempel disebut lebih sulit dibersihkan sehingga membutuhkan waktu lebih lama ketika rumah disapu.
"Quantity-nya sama, cuma lebih lama karena dia nempelnya lebih deep," ungkapnya.
Menurut Mak Ranti, debu yang menempel membuat proses membersihkan rumah harus dilakukan dengan lebih kuat. Ia juga kembali merasakan suhu yang cukup panas ketika kondisi tersebut terjadi.
Sementara itu, Baim mengaku sempat merasa khawatir melihat sebaran abu yang sudah mencapai Jakarta. Terlebih, dirinya mengetahui banyak orang di sekitarnya yang juga mulai mengingatkan mengenai kondisi tersebut.
Situasi ini turut memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Selain pekerjaan Baim yang dilakukan di luar ruangan, sejumlah orang disebut mengalami kendala perjalanan karena adanya penerbangan yang tertunda.
Fenomena tersebut membuat keduanya sepakat untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.
Baim dan Mak Ranti juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar rumah dapat menjadi langkah antisipasi selama kondisi abu vulkanik masih terjadi.
Keduanya berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal. Mereka juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi dan imbauan dari pemerintah.
"Kalau enggak perlu, enggak usah keluar rumah dulu," kata Mak Ranti.
Baim juga berharap masyarakat tetap waspada tanpa berlebihan dalam menyikapi situasi. Menurutnya, kondisi tersebut memang perlu diperhatikan mengingat dampaknya sudah mulai dirasakan hingga Jakarta.
Dengan adanya sebaran abu vulkanik, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diharapkan dapat memperhatikan perlindungan diri dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)