"Tidak ada yang berubah" - FIFA menegaskan Infantino akan maju untuk dipilih kembali meski penolakan kian membesar
Agus Firmansyah September 07, 2026 02:08 PM

Gianni Infantino menolak mundur dari posisinya sebagai sosok paling berkuasa di sepak bola dunia, dengan FIFA menegaskan bahwa ia akan tetap melanjutkan pencalonannya untuk dipilih kembali. Pria berusia 56 tahun itu tetap bertekad memimpin badan pengatur tersebut untuk satu periode empat tahun lagi, meskipun ancaman hukum dan pemberontakan internal terhadap kepemimpinannya terus meningkat.

Infantino tetap teguh di tengah tekanan yang membesar

FIFA secara resmi kembali menegaskan bahwa Infantino akan maju untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden, meski gelombang penolakan meluas dan seruan agar ia meninggalkan jabatannya terus bermunculan. Administrator Swiss-Italia itu berada di bawah tekanan besar sejak runtuhnya skema kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah proyek yang berupaya menjual saham minoritas dalam operasi komersial dan penyelenggaraan acara Piala Dunia putra maupun putri kepada investor swasta.

Seorang juru bicara badan pengatur itu mengonfirmasi niat sang presiden kepada The Athletic, dengan menyatakan: "Presiden FIFA mengumumkan pada April bahwa ia akan maju untuk dipilih kembali pada 2027. Tentu saja, tidak ada yang berubah. Tuan Infantino akan maju untuk dipilih kembali."

Runtuhnya FIFA Forward Enterprise

Proposal FFE menjadi pemicu perang saudara yang kini terjadi di dalam hierarki sepak bola, dan melahirkan aliansi konfederasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menentang kepemimpinan FIFA. Ketika rencana itu diumumkan, UEFA menyatakan bahwa negara-negara anggotanya akan memboikot kompetisi FIFA, sambil menegaskan bahwa mereka "secara bulat dan tanpa keraguan menolak proposal FIFA."

Badan pengatur sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, juga ikut menanggapi perubahan arah komersial tersebut dengan menegaskan bahwa keputusan finansial "harus selalu melayani kepentingan sepak bola dan tidak pernah didahulukan di atas esensinya." Menghadapi blokade total dari kekuatan-kekuatan utama dalam olahraga ini, Infantino akhirnya dipaksa mundur dan kemudian mengonfirmasi bahwa proposal tersebut akan dibatalkan.

Tanggapan langsung dari presiden FIFA

Dalam pernyataannya yang mengonfirmasi berakhirnya proyek FFE, Infantino mengakui perpecahan mendalam yang ditimbulkan rencana itu di antara para pemangku kepentingan sepak bola dunia. Ia berkata: "Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang sifatnya, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang sejak awal ditetapkan."

Infantino juga mengomentari rencananya untuk menyembuhkan keretakan tersebut, dengan menambahkan: "Ke depan, niat saya adalah menyatukan kembali semua pihak yang berkepentingan dalam beberapa hari dan pekan mendatang dalam semangat kepentingan bersama terhadap permainan kita, dan dengan tujuan untuk terus mengembangkan sepak bola di mana-mana, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan kita."

Kontroversi dan hubungan politik dalam sorotan

Di luar urusan komersial, masa kepemimpinan Infantino juga ditandai oleh berbagai kontroversi, mulai dari harga tiket yang melonjak tajam pada Piala Dunia terbaru hingga dugaan campur tangan dalam urusan disipliner. Keputusan untuk membatalkan larangan bermain satu pertandingan bagi penyerang USMNT, Folarin Balogun, memicu kritik besar, terutama karena keputusan itu muncul setelah laporan mengenai adanya percakapan antara Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.