Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Setelah dua tahun tersimpan sejak proses syuting pada 2024, film horor Aplikasi Iblis akhirnya siap menyapa penonton di bioskop.
Film garapan Dimas Anggara itu dijadwalkan resmi tayang pada 15 Oktober 2026 dan lebih dulu menggelar special screening di XXI CSB Mall, Kota Cirebon, Minggu (6/9/2026).
Kedatangan sutradara sekaligus pemeran film tersebut mendapat perhatian penonton di XXI CSB Mall.
Dimas Anggara bersama Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch menyapa pengunjung sebelum mengikuti nonton bareng di Studio 1 sekitar pukul 14.00 WIB.
Sejumlah pengunjung dan awak media tampak mengerumuni area foyer bioskop.
Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Disebut Sudah Sampai Cirebon, BPBD: Belum Signifikan
Ponsel pun terangkat mengabadikan momen ketika Junior dan Dosma menyapa penonton.
Usai film selesai diputar, ketiganya kembali menyapa penonton di dalam Studio 1 dalam sesi greeting.
Namun, di balik penayangan Aplikasi Iblis pada 2026, terdapat cerita panjang yang dimulai sejak dua tahun sebelumnya.
Dosma Hazenbosch mengungkapkan, proses syuting film tersebut sudah dilakukan pada 2024.
"Iya, 2024. 2024 kita syutingnya," ujar Dosma saat diwawancarai media di XXI CSB Mall, Minggu (6/9/2026).
Dimas kemudian menjelaskan alasan film yang proses syutingnya dilakukan pada 2024 tersebut baru mendapatkan jadwal tayang pada 2026.
Menurut Dimas, sebenarnya Aplikasi Iblis telah mendapatkan slot penayangan pada tahun sebelumnya.
Namun, kesibukan jadwal para pemain membuat waktu perilisan akhirnya disesuaikan kembali.
"Sebenarnya kita dapat slot tahun lalu. Cuma karena kebetulan mereka schedule-nya lagi pada sibuk ya, dan akhirnya kita memilih untuk dapatin di bulan ini tahun ini," ucap suami Nadine Chandrawinata tersebut.
*Persiapan Film Habiskan Dua Bulan*
Dimas mengatakan, proses pembuatan Aplikasi Iblis sendiri membutuhkan waktu persiapan sekitar dua bulan sebelum akhirnya masuk tahap syuting.
Setelah proses produksi berjalan, film tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga selesai.
"Kalau dari persiapan sih lumayan ya. Kurang lebih persiapan itu bisa makan waktu 2 bulan, sampai akhirnya syuting. Begitu proses, semua rilisnya, eh, selesainya 3 bulan kurang lebih. 3 bulan," jelas dia.
Lamanya jeda antara proses syuting dan jadwal tayang juga sempat menjadi pembicaraan dalam sesi wawancara.
Junior Roberts bahkan menyinggung, bahwa proses syuting film tersebut memang sudah cukup lama dilakukan.
Dosma kemudian menegaskan, bahwa pengambilan gambar Aplikasi Iblis telah dilakukan sebelum film lain yang disebut memiliki kemiripan tertentu dengan karya mereka.
"Oh iya, kita dimirip-miripin sama film sebelah itu kan. Cuma kayak kita syutingnya udah sebelum itu, gitu," kata Dosma.
Baca juga: Beredar Video Bupati Majalengka Ajak Siswa Tolak MBG, Hoaks, Video Sudah Dipotong dan Diedit
*Cirebon Jadi Kota Pilihan untuk Special Screening*
Meski bukan bagian dari strategi khusus rumah produksi, Cirebon dipilih menjadi salah satu lokasi special screening Aplikasi Iblis sebelum film tersebut resmi tayang pada 15 Oktober mendatang.
Dimas mengatakan, pihaknya kebetulan memiliki waktu promosi yang cukup panjang sehingga kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk bertemu langsung dengan penonton di sejumlah daerah.
"Sebenarnya kalau strategi sih enggak ada ya, cuma memang kita kebetulan mendapatkan waktu untuk promo yang sebegitu panjang. Jadi ya kenapa enggak kita manfaatkan juga," ujar Dimas.
Cirebon, kata dia, dipilih karena memiliki basis penonton yang dinilai luar biasa.
"Dan lagi pula juga Cirebon yang, yang kami tahu, itu selalu memiliki penonton yang luar biasa. Jadi kenapa enggak kita gunakan juga special screening di Cirebon," ucapnya.
Kehadiran Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch pun menjadi bagian dari agenda tersebut karena keduanya memiliki waktu untuk menyapa langsung penonton di kota Udang tersebut.
*Dimas Pilih Junior dan Dosma karena Alasan Ini*
Dalam film Aplikasi Iblis, Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch dipercaya menjadi pemeran utama.
Ketika ditanya alasan memilih keduanya sebagai pemeran utama, Dimas justru menjawab dengan sederhana.
"Kenapa enggak mereka, gitu? Karena siapa sih yang enggak tahu mereka berdua, gitu kan," jelas dia.
Menurut Dimas, Junior dan Dosma juga dinilai memiliki kecocokan untuk karakter yang dimainkan.
"Coba kalau kalian melihat kan, cocok ya sebenarnya ya. Ya itulah sebenarnya kita memilihnya," katanya.
*Dosma Harus Belajar Jadi Hantu*
Bagi Dosma, tantangan terbesar dalam film ini justru datang dari karakter yang harus diperankannya.
Ia harus mempelajari bagaimana membangun karakter supranatural, mulai dari cara berbicara hingga tatapan dan gerak-gerik tubuh.
"Paling ya challenge-nya di peran inti ini doang sih, kayak... gimana sih caranya belajar dari hantu sementara enggak pernah jadi hantu, gitu ya kan," ujar Dosma.
Menurutnya, tantangan tersebut tidak berhenti pada penampilan fisik.
"Paling di cara ngomongnya, terus tatapannya, gelagatnya, segala macam gitu sih," ucapnya.
Sementara ketika memerankan Laras, Dosma mengatakan karakter tersebut lebih dekat dengan sosok perempuan pada umumnya.
"Kalau sebagai Laras sih, ya kayak perempuan biasa aja yang sayang sama pacarnya, jadi perempuan yang independen, yang baik," jelas dia.
*Junior Roberts Siapkan Adegan Action*
Tantangan berbeda dirasakan Junior Roberts.
Ia harus menjalani sejumlah adegan action sekaligus membangun emosi karakter yang memiliki banyak lapisan.
"Kalau aku sih yang susahnya tuh di bagian action-nya sih. Action sama emosinya, karena di sini emosinya kan penuh dengan layer ya," kata Junior.
Junior menjelaskan, karakter yang dimainkannya mengalami berbagai emosi, mulai dari kehilangan, kemarahan hingga ketakutan.
"Di mana dia kehilangan, di mana dia emosi, mana di mana dia yang ngerasa ketakutan, itu semua ada di sini," ujarnya.
Untuk mendukung adegan action tersebut, Junior mengaku menjalani latihan terlebih dahulu.
"Ada dong, kita ada latihannya. Ada persiapannya juga untuk action-nya," ucap dia.
Meski sebelumnya pernah menjalani adegan fighting di film lain, Junior mengatakan Aplikasi Iblis menuntut adegan action yang lebih besar.
"Enggak juga sih, cuma ada beberapa kali pernah ada adegan fighting. Cuma jadi di sini memang pengin bikin sesuatu yang lebih wah lagi gitu fighting-nya," jelas Junior.
*Bukan Hanya soal Horor, Ada Pesan soal Gadget*
Di balik cerita horor Aplikasi Iblis, Dimas juga menyoroti persoalan penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan, bahwa teknologi yang seharusnya mendekatkan manusia justru dapat membuat seseorang menjauh dari orang-orang terdekat apabila digunakan secara berlebihan.
"Karena gadget itu bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Kalau misalkan kita lupa waktu, kita bisa menjauh dari orang-orang terdekat kita," kata Dimas.
Pesan tersebut menjadi salah satu sisi yang ingin dibawa melalui film Aplikasi Iblis.
Setelah melalui proses panjang sejak syuting pada 2024 dan sempat menunggu jadwal penayangan, film tersebut kini memasuki tahap akhir menuju layar lebar.
Cirebon menjadi salah satu kota yang lebih dulu mendapat kesempatan menyaksikan film tersebut melalui special screening, sebelum Aplikasi Iblis resmi tayang di bioskop pada 15 Oktober 2026.